Wednesday, December 28, 2016

Lembu Putih Gianyar – Wisata Langka


Di Pulau Bali ada wisata yang bisa dibilang langka, seperti kebanyakanan pembaca tahu kata lembu adalah nama lain dari kerbau. Namun kerbau yang berada di Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar tak seperti biasanya yang cenderung berwarna gelap. Kerbau disini memiliki warna kulit putih yang mana banyak menarik wisatawan untukk melihatnya.

Keseruanya akan semakin bertambah tatkala anda berada dikasawannya, siap-siaplah untuk enggan beranjak dengan suasana yang sangat sejuk khas pegunungan. Oh iya, lembu putih tersebut dipercaya memiliki daya magis yang mana dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu lembu putih atau "Lembu Nandini" ialah kendaraan dari "Dewa Siwa".

Hewan ini sangat di sucikan, sehingga warga sekitar tidak ada yang berani mengganggu ataupun memperlakukan seperti hewan pada umumnya. Dalam proses menyembuhkan penyakit medis atau non medis menggunakan cara yang cukup unik hlo Guys. Mereka biasanya mengambil kotoran, air mani ataupun susunya guna cara pengoobatan.

Hal tersebut mengundang rasa penaasaran para ahli dari berbagai daerah ( domestik maupun mancanegara ) untuk meneliti kashiat dari kotoran Lembu Putih. Adapun keistimewaan selain dari warna kulitnya, bahkan warna mata dari Lembu ini juga serasi dengan warna kulitnya yakni berwarna putih.

Guys, masyarakat Desa Taro sangat meyakini kesucian hewan ini dan mereka tak berani memelihara secara pribadi apalagi membunuh hewan suci tersebut. Andai kata, ada lembu putih yang lahir dari peliharaannya dan setelah berumur 6 bulan hewan tersebut diserahkan kepada Desa untuk merawat.

Dalam inti pembahasan ini, para penduduk di Desa Taro Kaja  memperlakukan hewan itu dengan sangat istimewa, demikian pula dengan keturunan dengan berwarna lain. Selain disucikan, lembu putih juga digunakankan sebagai sarana pelengkap ( saksi ) upacara Ngasti. Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan dituntun mengelilingi areal atau tempat upacara sebanyak tiga kali.

Dengan keunikan yang sangat langka, membuat masyarakat Taro Kaja menjadikannya sebagai salah satu daya tarik wisata di Bali yang dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lembu putih. Kawasan wisata Lembu Putih sudah ditata sedemikian rupa, sehingga sangat cocok digunakan sebagai tempat edukasi wisata keluarga terutama bagi anak-anak untuk mengenal lebih jauh hayati yang ada.

Alamat :

Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Yuk baca lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah menarik, langsung saja klik judul dibawah ini :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering



Tuesday, December 27, 2016

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering

Satu lagi nih Sob pariwisata di Pulau Bali yang menawarkan keindahan alam yang layak untuk kita kunjungi. Sebagai alasan mengapa pariwisata alam sangat diminati oleh para wisatawan tak lain karena sangat mengasyikkan dan memberi kesan yang lebih. Kabupaten Gianyar memiliki potensi keindahan alam yang kini lagi ngehits.
Ceking Paronama atau bisa juga di sebut dengan nama Ceking Terrace merupakan tempat wisata yang menyajikan keindahan area persawahan yang berundak-undak ( sistim pertanian terasering  ) pada daerah miring di lereng bukit. Sebab dinamakan sedemikian rupa karena lokasinya berada di Desa Ceking, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Jadi singkat pemahaman tentang sebutan Ceking adalah nama dari letaknya atau keberadaan obyek wisata tersebut. Sugguh luar biasa indahnya yang diciptakan sistim terasering ini menjadikan Desa Ceking memiliki keunikan tersendiri. Daya tariknya semakin memikat ditambah dengan udara dikawasannya yang sejuk, membuat siapa saja akan betah berlama-lama menikmati suasana alamnya.

Maka dari alasan inilah Ceking Terrace menjadi salah satu objek wisata alam di Bali yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Sistim pertanian terasering diperkirakan sudah ada sejak abad ke-9 dan hingga saat ini masih tetap dipertahankan serta dijaga keasrinya oleh para petani setempat.

Guys, disini anda juga bisa menikmati berbagai wisata kuliner hlo yakni di cafe, rumah makan maupun restaurant, sambil menimati hidangan yang dipesan tentunya akan menyenangkan dengan didominasi dengan keindahan ekspetakuler alam persawahan terasering. Selain itu juga banyak terdapat art shop yang menjual berbagai cindra mata untuk oleh - olah.
Jangan lewatkan juga obyek wisata seru lainnya di Kabupaten Gianyar ya Guys, yuk lihat dibawah ini :

Bukit Jati Gianyar - Ngetrip Terus



Goa Gurba Gianyar – Wisata Bali Seru


Wisata di Pulau Bali sangat diminati banyak orang, memang sudah dari dulu daerah ini sangat di idam-idamkan sebagai tempat favorit berlibur. Selain terkenal dengan bangunan candi dan pura, Bali juga memiliki obyek wisata goa. Goa Gurba yang berada di Kabupaten Gianyar ini merupakan salah satu dari situs peninggalan purbakala yang mempunyai nilai berharga.
Pembangunan Goa Gurba  dilakukan sekitar abad ke-12 Masehi yakni pada masa pemerintahan Raja Jayapangus dan lokasinya tepat berada di bawah Pura Agung Pengukur-ukuran. Goa ini merupakan sebuah ceruk pertapaan yang dipahat pada tebing jurang Sungai Pakerisan. Konon yang menggunakan Goa Gurba untuk tempat meditasi pertapaan adalah Patih Kebo Iwa.

Suasana dikawasaan obyek wisata Goa Gurba sangat damai dengan penuh ketenangan, alamnya juga  masih asri hlo, jadi bagi anda yang bermaksut ingin menenangkan diri dan pikiran, berlibur ketempat ini menjadi pilihan yang sangat cocok. Untuk bisa sampai kelokasi Goa Gurba yang tak lain ialah cagar budaya, kalian harus turun melewati gapura dan kemudian menuruni tangga batu.

Dari tangga ini anda sudah bisa mendapati keunikan yakni berupa telapak kaki, usut punya usut telapak kaki tersebut milik dari Patih Kebo Iwa. Diatas Goa Gurba ada beberapa buah kolam dan pancuran yang tepat sisi kolam tersebut ada sebuah lobang untuk menuju ke goa. Lobang inilah yang biasanya digunakan oleh para wisatawan untuk masuk ke dalam Goa Gurba.

Kebersihan Goa Garba selalu terjaga dengan tatanan yang selalu rapi, hal ini dikarenakan ada petugas kebersihan yang selalu merawat keberadannya. Bentuk dari pada Ceruk pertapaan ini bisa dibilang sangat unik dan indah, tentunya sangat disayangkan jika pembaca berada di Kabupaten Gianyar tidak mengunjunginya.

Lokasi Goa Gurba berada di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Yuk Sob, baca obyek wisata menarik lainnya yang berada di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Puri Agung Gianyar – Info Wisata Bali



Pura Gunung Kawi Sebatu – Wisata Menyenangkan di Bali


Keindahan alam di Pulau Balisangat mempesona, pembaca pasti enggan untuk cepat-cepat pulang ketika sedang melakukan aktivitas liburan disini. Anda sekarang berada di Kabupaten Gianyar atau baru akan merencakan liburan didaerah ini ? Ada satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungii yakni Pura Gunung Kawi Sebatu.

Obyek wisata ini menawarkan akan keindahan sebuah pura Hindu berciri khas bangunan Bali. Dari banyaknya info yang dikumpulkan belum diketakui secara pasti kapan dibangunnya Pura Gunung Kawi Sebatu ini. Tetapi menurut sejarahnya bahwa Pura Gunung Kawi Sebatu didirikan untuk tempat pemujaan Dewa Wisnu atas perintah Rishi Markandeya.

Orang yang disebut Rishi Markandeya adalah seorang guru ( Maharishi ) yang menyebarkan agama Hindu dari Pulau Jawa. Dari petunjuk inilah bahwa pembangunan Pura Gunung Kawi Sebatu dapat diperkirakan antara 1300AD - 1500AD. Maharishi Markandeya ialah orang dari Kerajaan Majapahit yang dulunya memberi pengaruh di Nusantara dan tak luput dengan kerajaan Bali juga.

Di dalam kawasan Pura Gunung Kawi Sebatu memiliki sebuah pemandian umum yang mana kolam beserta pancuran di bagian kanan kompleks pura. Kolam pemandian ini bisa dikatakan cukup luas dengan kondisi air yang sangat jernih dan menyegarkan. Selain itu suasana disini sangat nyaman yang berada jauh dari keramaian kota.

Jadi sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi sekaligus merefresh dari kesibukan sehari-hari, apalagi bersama keluarga pastinya sangat menyenangkan sekali. Oh iya Guys, terdapat pula sebuah kolam besar di halaman pura dimana kolam ini berisi ikan koi berbagai jenis dan ukuran. Perlu diperhatikan ya, siapau dilarang untuk menangkap ikan di kolam ini karena dikeramatkan.

Ditengah halaman diluar pura utama terdapat sebuah aula terbuka, tempat ini adalah tempat untuk rapat oleh penduduk Desa Sebatu. Fungsi lainnya bisa digunakan untuk tempat istirahat bagi pengunjung sembari menikmati segala keindahan maupun suasana yang tersaji didalamnya.

Alamat Pura Gunung Kawi Sebatuberada di Jl. Raya Biyad, Tegallalang, Desa Sebatu, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Di bawah ini adalah obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang tak kalah menariknya, yuk baca !!!

Pura Gaduh – Wisata Tenang & Jauh Dari Keramaian Kota



Monday, December 26, 2016

Pura Gaduh – Wisata Tenang & Jauh Dari Keramaian Kota


Hay Travelers, apakah anda sedang mencari obyek wisata di Pulau Bali yang menyenangkan sekaligus bisa merefresh diri dari kejenuhan hiruk piruk keramaian kota ? memang ya Guys, terkadang kita merasa bosan dengan suasana kota yang identik dengan kesibukan, walaupun nyatanya banyak fasilitas yang sangat lengkap.

Khus bagi pembaca yang ingin mendapatkan pengalaman liburan lain dari pada yang lain tak ada salahnya jika mengunjungi Pura Gaduh. Katanya jauh dari keramaian kota ? Tak seperti namanya, Pura Gaduh berlokasi di daerah yang tenang dan hening walaupun nyatanya keberadaannya tepat di sisi jalan utama.

Pura ini merupakan tempat ibadat umat Hindu yang bisa dibilang kuno, karena Pura Gaduh adalah bangunan warisan dari nenek moyang dan hingga detik ini masih dirawat dan masih dilestarikan keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Pura Gaduh merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat dan juga bagian dari salah satu kompleks pura yang ada di lingkungan tersebut.
Bangunan pura yang ada didalam kawasan kopleks ini diantaranya Pura Gedong Puseh, Pura Kuru Baya serta Pura Batur Sari. Letak dari pada Pura Gaduh berada tepat di halaman barat Pura Puseh dan sebelah timur Pura Kuru Bayu. Nah jika pembaca menanyakan tentang keunikan Pura Gaduh, yakni terletak pada keberadaan sebuah arca yang cukup menyeramkan.

Arca menyeramkan ini bernama “Kepal Kebo Iwa” dengan spectifikasi mata melotot, kuping lebar, rambut gimbal dan juga gigi taringnya yang menyembul keluar seperti halnya siluman buto ijo. Sebagian besar masyarakat setempat percaya bahawa perwujudan dari wajah Kebo Iwa tersebut memiliki nilai filosofi yakni perbuatan baik dan buruk berasal dari kepala.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, belum dapat membuktikan secara pasti tentang kapan dibangunnya Pura Gaduh ini. Usut punya usut dari berbagai sumber menyebutkan, kalau Pura Gaduh merupakan tempat suci peninggalan Raja Patih Sri Jayakatong yang memerintah sejak Tahun Saka 1214 hingga 1302 Masehi.

Setelah itu pemerintahannya diteruskan oleh Raja-Raja  Bali lainnya, diantaranya adalah sebagai berikut Raja Sri Jayasunu - Raja Sri Masula-Masuli - Raja Sri Antasura Ratna Bumi Banten dan keturunan Sri Karang Buncing yang ada saat ini.

Alamat Pura Gaduh berada di Jalan Kebo Iwa, Desa Blahbatu, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Guys, dibawah ini ada sederet obyek wisata di Kabupaten Giayar yang mungkin bisa anda jadikan agenda wisata berikutnya :

Pura Samuan Tiga Gianyar ( Pura Penataran ) - Wisata Sejarah



Dusun Bona Desa Belega – Wisata Seru !!!


Wisata Bali tak pernah membosankan, disetiap sudut daerahnya selalu ada obyek wisata yang seru untuk di kunjungi. Seperti tempat wisata Dusun Bona Desa Belega di kabupaten gianyar ini memiliki keunikan tersendiri. Tak sekit para wisatawan berbondong-bondong untuk mengunjunginya mulai dari wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara hlo Guys.

Dilihat dari sejarah pada awal abad ke-17 yang saat itu adalah masa pemerintahan Dalem Ketut yang memiliki beberapa patih terkenal dimana salah satunya adalah Ki Kebo Iwa yang memrintah di daerah Blahbatuh, Gianyar. Dimasa kepemimpinan Ki Kebo Iwa, daerah Blahbatuh dikenal oleh masyarakat luas dengan kesaktian dan kekebalan Ki Kebo Iwa yang mandara guna serta sulit dikalahkan.

Kata Blahbatuh berasal dari dua suku kata yang tak lain adalah “Blah” dan “batu” yang masing-masingnya memiliki arti rakyat dan batu atau kuat. Dari rangkaian 2 suku kata inilah kemudian kata Blahbatuh dimuroti ( diartikan / maknai ) dengan penegrtian suatu rakyat yang mempunyai pemimin yang sangat tangguh, kuat dan sakti  bernama patih Ki Kebo Iwa.

Jangan beranjak dulu sob karena belum membahas persoalan yang menjadi judul diatas, untuk Desa Belega pada saat itu kawasan wilayahnya masih dikuasai oleh kepemimpinan daerah Blahbatuh. Kata Belega juga memiliki arti tersendiri dan terdiri dari 2 suku kata hlo, yakni Bala dan Aga yang berarti rakyat dan asli.

Masyarakat Desa Belega ini masih menunjukkan ciri khas keaslian penduduknya bahwa yang merupakan penduduk asli Blahbatuh. Sebagian besar mata pencaharian warganya sebagai pengrajin beraneka jenis peralatan yang terberbahan baku bambu, kerajinan yang dibuatnya mulai dari kursi, meja, tempat tidur, dan lain-lain yang bertaraf ekspor ke luar negeri.

Sementara kerajinan yang dibuat oleh masyarakat Dusun Bona pada umumnya membuat macam-macam kerajinan berbahan dasar daun lontar. Meskipun begitu hasil kerajinannya tak kalah menarik yang diantaranya adalah  tas, topi, kipas, sandal keranjang, pohon natal, dan barang-barang lainnya yang sangat menggoda bagi siapapun wisatawan yang melihatnya.

Keseruanmu akan menjadi ketika berwisata di Dusun Bonatak lain ialah masyarakat Dusun Bona ini juga sanagat terkenal dengan pertunjukan Tari Kecak dengan menceritakan cerita Ramayana. Tak jarang juga pada saat pertunjukkan Tari Kecak, diiringi dengan pertunjukan Tari Sanghyang Dedari yang ditarikan oleh dua orang gadis yang dirasuki roh ( tak sadarkan diri ).

Pengalaman berlibur semakin berkesan, kareta seusai pertunjukan Tari Sanghyang Dedari selesai berlanjut dengan pertunjukan Tari Sanghyang Jaran yang mana dilakukan oleh seorang laki-laki yang menari serta membawa bara api di tangan dengan telanjang kaki.

Seru bukan Guys ? tentunya sebelum berkunjung telebih dahulu harus mengetahui lokasinya ya dan obyek wisata nan eksotis penuh dengan keseruan ini berada di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

NB : Bona adalah suatu dusun yang daerahnya masih berada di kawasan Desa Belega.

Yuk Guys baca juga obyek wisata nan seru Kabupaten Gianyar seru lainnya di bawah ini :

Relief Bitera Gianyar - Bali

Relife Yeh Pulu Gianyar

Puri Agung Gianyar – Info Wisata Bali



Sunday, December 25, 2016

Candi Tebing Tinggallinggah Gianyar


Sob !!! di Pulau Bali tak hanya ada pura yang unik-unik hlo, nah jika anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu obyek wisata yang sangat di sayangkan jika tak mengunjunginya. Sudahkah anda mengunjungi Candi Tebing Tinggallinggah ? Yak candi memang persis dengan namanya yang mana keberadaannya di tebing sebuah sungai.

Sangat unik tentunya, pastinya bagi anda yang memiliki jiwa penasaran tak akan menyia-nyiakan kesempatan jika berlibur ke Bali bukan ? Candi Tebing Tinggallinggah merupakan situs purbakala yang baru beberapa tahun lalu ditemukan yang tak lain adalah seorang ahli purbakala berkebangsaan Belanda ( Krijsman ).

Situs bersejarah ini kaya akan nilai historis dan filosofis yang tepatnya terletak di sebuah tebing Sungai Pakerisan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Krijsman menemukan bangunan ini tatkala Ia melakukan sebuah penyelidikan terhadap sebua bangunan kecil yang saat itu hanya dianggap bangunan gapura pada umumnya oleh warga setempat.

Pembaca penasaran ? Nah, jika ingin melihatnya secara langsung terlebih dahulu anda harus menuruni tangga sebelum akhirnya sampai ke lokasi Candi Tebing Tinggallinggah. Selama perjalanan anda akan dihibur dengan pemandangan alam nan menawan berupa hamparan sawah terasering khas Bali.

Semilir angin pesawahan membuat siapa saja akan merasakan suasana pedesaan yang begitu asri dan memberi ketenangan tersendiri, hal ini tentunya cocok bagi anda yang ingin merefrsh diri dari hiruk piruk keremaian kota. Hijaunya hamparan persawahan yang luas begitu menajubkan tak luput untuk dijadikan spot berselfie para pengunjungnya.

So jangan sampai lupa bawa alat foto ya Guys, oh iya Candi Tebing Tinggallinggah memiliki 2 seni pahat yang dipisahkan oleh tebing yang berseberangan. Ke-2 seni pahat tersebut dipisahkan oleh aliran sungai Pakerisan yang mana di tiap masing-masing dinding terdapat bentuk candi dan juga sejumlah cerukan yang berbeda.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, bahwa sebelumnya warga desa setempat hanya menganggapnya sebagai sebuah bangunan gapura masuk. Anggapan itu kemudian berbalik 100% setelah dilakukan penggalian sehingga di temukan sebuah tangga menuju keatas. Tak Cuma itu saja hlo Guys, di sebelah kanan bangunan tersebut juga didapati gapura yang lebih besar dengan kondisi sebagian telah runtuh.

Dan kerennya lagi pada bagian belakang gapura itu ada sebuah halaman yang dindingnya terpahat  dua buah candi. Sementara pada dinding sebelah kiri gapura terdapat bangunan biara yang pembangunanya belum rampung, kemungkinan besar dari hasil penelitial hal tersebut ditinggalkan disebabkan oleh adanya bencana alam berupa gempa bumi.

Hasil penelusuran dapat disebutkan sudah ditemukan sebanyak 7 cerukan dan juga 3 lingga yang berlambangkan “Trimurti” atau Dewa Utama ( Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa ). Jika diamati dengan teliti, dulunya cerukan tersebut merupakan tempat untuk semedi / bertapa.

Alamat lengkap Candi Tebing Tinggallinggah berada di Dusun Tegallinggah, Kecamatan Bedulu, Kabupaten Gainyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Dibawah ini ada obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang mungin bisa anda jadikan agenda wisata selanjutnya, yuk baca tentunya tempat wisata ini tak kalah serunya hlo Guys !!!

Museum Purbakala Gianyar ( Museum Gedong Arca )