Showing posts with label Wisata Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Wisata Sejarah. Show all posts

Sunday, January 1, 2017

Museum Arma Ubud – Penuh Seni & Budaya


Tak salah jika Pulau Balidijadikan sebagi tempat pariwisata yang populer dan diminati oleh semua kalangan wisatawan. Pastinya sebagaian besar pembaca bertanya-tanya menagapa daerah ini sebegitu eksotisnya dan menjadi tujuan utama nerlibur ? Asalkan semua tahu bahwa daerah ini kaya dengan keindahan alam, seni, budaya yang masih terjaga kualitasnya, ya tentunya itulah secuil alasannya.

Seperti halanya Museum Arma atau bisa disebut Museum Agung Rai Arma yang berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini memiliki karakteristik yang bisa dijadikan sebagai lokasi untuk melihat tradisi, budaya, dan sosial masa lalu dari sebuah bangsa. Museum ini menyimpan, menampilkan dan juga memamerkan lukisan-lukisan unik serta fantastis.

Museum Arma berdiri kokoh di atas lahan seluas 5 hektar yang  diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yakni Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 9 Juni 1996. Sampai saat ini Museum Arma masih dikelola langsung oleh yayasan ARMA ( Agung Rai Museum of Art ) yang berdiri pada 13 Mei 1996.

Museum Arma dibangun di tempat dengan kontur tanah naik turun, serta memiliki nuansa alam asli Ubud yang begitu harmoni. Jika dilihat dari bangunannya, yang menjadi daya tarik menonjol adalah desain kebun bernuansa budaya Bali. Banyak seni lukisan maupun patung yang terdapat di museum ini, selain itu juga ada Lily Pound dan tanaman angrek yang tertata rapi nan indahnya.

Pastinya tidak semua orang menyukai dengan seni lukisan atau melihat pameran seni. Namun bagi anda yang menyukai nuansa kebun dengan desain khas Bali, maka tidak ada salahnya jika mengunjungi Museum Arma. Guys, jika akan berkunjung ke Museum Arma, jangan samapai lupa membawa kamera untuk mengabadikan semua keindahannya.

Museum Arma mengoleksi berbagai lukisan dari aliran seni lukis yang berbeda, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Lukisan Kamasan
  • Lukisan Pre War
  • Lukisan orang Eropa yang menetap di Bali
  • Lukisan aliran modern & tradisional


Jika anda ingin duduk santai sambil membaca buku di Museum Arma ini bisa di ruang perpustakaan dan ruang baca. Selain itu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai, mulai dari toko buku, resort hotel, ruang konferensi, panggung hiburan, restoran, kafe, toilet, serta area parkir kendaraan yang luas.

Alamat Museum Arma berada di Jl. Raya Pengosekan Ubud, Kecamatan  Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Buka setiap hari kecuali hari raya mulai pukul 09:00 - 18:00 WITA dan tiket masuk sebesar Rp 50.000 ( sudah termasuk segelas minuman teh dan kopi yang bis
a dinikmati di salah satu cafnya ).
Yuk eksplor lagi obyek wisata terdekatnya dibawah ini :

Desa Batu Bulan Gianyar ( Batu Bulan Village ) – Wisata Bali Seru



Friday, December 30, 2016

Pura Puseh di Desa Batuan, Gianyar – Bangunan Tua


Cagar budaya bangunan di Bali sebagian besar masih memiliki keterkaitan dengan perjalanann sejarah serta tatanan kehidupan sehari-hari jaman lampau. Salah satunya ialah Pura Puseh di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar. Tercatatat dalam sebuah prasasti bahwa pura ini dibangun pada tahun saka 944 ( 1020 Masehi ) yakni dimasa pemerintahan Raja Paduka Aji Sri Dharmawangsa Wardhana dari dinasti Warmadewa.
Dibagian luar Pura Puseh terdapat ornamen ukir yang rumit, halus, indah dan dari informasi yang didapatkan bahwasannya bangunan ini mengalami beberapa kali renovasi untuk sampai kepada bentuknya saat ini. Gerbang masuknya berupa candi bentar yang tersusun dari batu bata merah yang dihiasi dengan ornamen bunga dan bentuk-bentuk ikal yang umum ada di bangunan pura.

Candi bentar tersebut membatasi nista mandala yakni jaba pisan ( bagian luar pura ) dengan madya mandala atau jaba tengah di bagian tengah pura. Sangat berbeda dengan dwarapala, sepasang raksasa berdiri pada sisi kiri kanan gerbang candi bentar tidak dipersenjatai dengan gada. Sesudah melewati gapura candi bentar, anda akan langsung melihat Kori Agung ( bangunan khas Bali ) yang mana merupakan pintu keluar masuknya para dewa.

Oh iya ada bangunann yang disebut Bale panjang atau Bale Kulkul yang tak lain adalah tempat diletakkannya kulkul ( kentongan tradisional Bali ) guna untuk mengumpulkan warga ketika ada suatu acara. Pura Puseh merupakan peninggalan kuno yang masih lestari hingga sekarang ini dengan memiliki latar belakang sejarah berumur sangat lama.

Bangunan ini memiliki nilai artisti tinggi, getaran aura magis juga sangat terasa bagi wisatawan  yang mengetahui dunia spiritual dan hal-hal unik. Selain itu di sebelah Utara jalan dan diseberangnya terdapat bangunan panggung yang biasannya digunakan untuk lokasi pentasan tari Gambuh. Agar pembaca bisa memasuki kekawasannya tentunya akan dikenakan tiket masuk.

Nah yang harus diingat adalah menggunakan kain yang diwajibkan siapapun yang akan masuk ke dalam Pura Paseh ini. Area parkir Pura Puseh Pura berlokasi di seberang jalan selain itu juga menjadi tempat dimana pengunjung mendapat meminjaman secarik kain.

Alamat Pura Paseh berada di Jl Raya Batuan, Dusun Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Dibawah ini ada Obyek wisata terdekat yang mungkin anda cari :

Desa Celuk - Wisata Belanja Kerajinan Perak



Wednesday, December 28, 2016

Lembu Putih Gianyar – Wisata Langka


Di Pulau Bali ada wisata yang bisa dibilang langka, seperti kebanyakanan pembaca tahu kata lembu adalah nama lain dari kerbau. Namun kerbau yang berada di Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar tak seperti biasanya yang cenderung berwarna gelap. Kerbau disini memiliki warna kulit putih yang mana banyak menarik wisatawan untukk melihatnya.

Keseruanya akan semakin bertambah tatkala anda berada dikasawannya, siap-siaplah untuk enggan beranjak dengan suasana yang sangat sejuk khas pegunungan. Oh iya, lembu putih tersebut dipercaya memiliki daya magis yang mana dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu lembu putih atau "Lembu Nandini" ialah kendaraan dari "Dewa Siwa".

Hewan ini sangat di sucikan, sehingga warga sekitar tidak ada yang berani mengganggu ataupun memperlakukan seperti hewan pada umumnya. Dalam proses menyembuhkan penyakit medis atau non medis menggunakan cara yang cukup unik hlo Guys. Mereka biasanya mengambil kotoran, air mani ataupun susunya guna cara pengoobatan.

Hal tersebut mengundang rasa penaasaran para ahli dari berbagai daerah ( domestik maupun mancanegara ) untuk meneliti kashiat dari kotoran Lembu Putih. Adapun keistimewaan selain dari warna kulitnya, bahkan warna mata dari Lembu ini juga serasi dengan warna kulitnya yakni berwarna putih.

Guys, masyarakat Desa Taro sangat meyakini kesucian hewan ini dan mereka tak berani memelihara secara pribadi apalagi membunuh hewan suci tersebut. Andai kata, ada lembu putih yang lahir dari peliharaannya dan setelah berumur 6 bulan hewan tersebut diserahkan kepada Desa untuk merawat.

Dalam inti pembahasan ini, para penduduk di Desa Taro Kaja  memperlakukan hewan itu dengan sangat istimewa, demikian pula dengan keturunan dengan berwarna lain. Selain disucikan, lembu putih juga digunakankan sebagai sarana pelengkap ( saksi ) upacara Ngasti. Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan dituntun mengelilingi areal atau tempat upacara sebanyak tiga kali.

Dengan keunikan yang sangat langka, membuat masyarakat Taro Kaja menjadikannya sebagai salah satu daya tarik wisata di Bali yang dimaksudkan untuk menjaga kelestarian lembu putih. Kawasan wisata Lembu Putih sudah ditata sedemikian rupa, sehingga sangat cocok digunakan sebagai tempat edukasi wisata keluarga terutama bagi anak-anak untuk mengenal lebih jauh hayati yang ada.

Alamat :

Desa Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Yuk baca lagi obyek wisata di kabupaten Gianyar yang tak kalah menarik, langsung saja klik judul dibawah ini :

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering



Tuesday, December 27, 2016

Ceking Paronama ( Ceking Terrace ) – Keindahan Sawah Terasering

Satu lagi nih Sob pariwisata di Pulau Bali yang menawarkan keindahan alam yang layak untuk kita kunjungi. Sebagai alasan mengapa pariwisata alam sangat diminati oleh para wisatawan tak lain karena sangat mengasyikkan dan memberi kesan yang lebih. Kabupaten Gianyar memiliki potensi keindahan alam yang kini lagi ngehits.
Ceking Paronama atau bisa juga di sebut dengan nama Ceking Terrace merupakan tempat wisata yang menyajikan keindahan area persawahan yang berundak-undak ( sistim pertanian terasering  ) pada daerah miring di lereng bukit. Sebab dinamakan sedemikian rupa karena lokasinya berada di Desa Ceking, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Jadi singkat pemahaman tentang sebutan Ceking adalah nama dari letaknya atau keberadaan obyek wisata tersebut. Sugguh luar biasa indahnya yang diciptakan sistim terasering ini menjadikan Desa Ceking memiliki keunikan tersendiri. Daya tariknya semakin memikat ditambah dengan udara dikawasannya yang sejuk, membuat siapa saja akan betah berlama-lama menikmati suasana alamnya.

Maka dari alasan inilah Ceking Terrace menjadi salah satu objek wisata alam di Bali yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Sistim pertanian terasering diperkirakan sudah ada sejak abad ke-9 dan hingga saat ini masih tetap dipertahankan serta dijaga keasrinya oleh para petani setempat.

Guys, disini anda juga bisa menikmati berbagai wisata kuliner hlo yakni di cafe, rumah makan maupun restaurant, sambil menimati hidangan yang dipesan tentunya akan menyenangkan dengan didominasi dengan keindahan ekspetakuler alam persawahan terasering. Selain itu juga banyak terdapat art shop yang menjual berbagai cindra mata untuk oleh - olah.
Jangan lewatkan juga obyek wisata seru lainnya di Kabupaten Gianyar ya Guys, yuk lihat dibawah ini :

Bukit Jati Gianyar - Ngetrip Terus



Goa Gurba Gianyar – Wisata Bali Seru


Wisata di Pulau Bali sangat diminati banyak orang, memang sudah dari dulu daerah ini sangat di idam-idamkan sebagai tempat favorit berlibur. Selain terkenal dengan bangunan candi dan pura, Bali juga memiliki obyek wisata goa. Goa Gurba yang berada di Kabupaten Gianyar ini merupakan salah satu dari situs peninggalan purbakala yang mempunyai nilai berharga.
Pembangunan Goa Gurba  dilakukan sekitar abad ke-12 Masehi yakni pada masa pemerintahan Raja Jayapangus dan lokasinya tepat berada di bawah Pura Agung Pengukur-ukuran. Goa ini merupakan sebuah ceruk pertapaan yang dipahat pada tebing jurang Sungai Pakerisan. Konon yang menggunakan Goa Gurba untuk tempat meditasi pertapaan adalah Patih Kebo Iwa.

Suasana dikawasaan obyek wisata Goa Gurba sangat damai dengan penuh ketenangan, alamnya juga  masih asri hlo, jadi bagi anda yang bermaksut ingin menenangkan diri dan pikiran, berlibur ketempat ini menjadi pilihan yang sangat cocok. Untuk bisa sampai kelokasi Goa Gurba yang tak lain ialah cagar budaya, kalian harus turun melewati gapura dan kemudian menuruni tangga batu.

Dari tangga ini anda sudah bisa mendapati keunikan yakni berupa telapak kaki, usut punya usut telapak kaki tersebut milik dari Patih Kebo Iwa. Diatas Goa Gurba ada beberapa buah kolam dan pancuran yang tepat sisi kolam tersebut ada sebuah lobang untuk menuju ke goa. Lobang inilah yang biasanya digunakan oleh para wisatawan untuk masuk ke dalam Goa Gurba.

Kebersihan Goa Garba selalu terjaga dengan tatanan yang selalu rapi, hal ini dikarenakan ada petugas kebersihan yang selalu merawat keberadannya. Bentuk dari pada Ceruk pertapaan ini bisa dibilang sangat unik dan indah, tentunya sangat disayangkan jika pembaca berada di Kabupaten Gianyar tidak mengunjunginya.

Lokasi Goa Gurba berada di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Yuk Sob, baca obyek wisata menarik lainnya yang berada di Kabupaten Gianyar lainnya dibawah ini :

Puri Agung Gianyar – Info Wisata Bali



Pura Gunung Kawi Sebatu – Wisata Menyenangkan di Bali


Keindahan alam di Pulau Balisangat mempesona, pembaca pasti enggan untuk cepat-cepat pulang ketika sedang melakukan aktivitas liburan disini. Anda sekarang berada di Kabupaten Gianyar atau baru akan merencakan liburan didaerah ini ? Ada satu obyek wisata yang menarik untuk dikunjungii yakni Pura Gunung Kawi Sebatu.

Obyek wisata ini menawarkan akan keindahan sebuah pura Hindu berciri khas bangunan Bali. Dari banyaknya info yang dikumpulkan belum diketakui secara pasti kapan dibangunnya Pura Gunung Kawi Sebatu ini. Tetapi menurut sejarahnya bahwa Pura Gunung Kawi Sebatu didirikan untuk tempat pemujaan Dewa Wisnu atas perintah Rishi Markandeya.

Orang yang disebut Rishi Markandeya adalah seorang guru ( Maharishi ) yang menyebarkan agama Hindu dari Pulau Jawa. Dari petunjuk inilah bahwa pembangunan Pura Gunung Kawi Sebatu dapat diperkirakan antara 1300AD - 1500AD. Maharishi Markandeya ialah orang dari Kerajaan Majapahit yang dulunya memberi pengaruh di Nusantara dan tak luput dengan kerajaan Bali juga.

Di dalam kawasan Pura Gunung Kawi Sebatu memiliki sebuah pemandian umum yang mana kolam beserta pancuran di bagian kanan kompleks pura. Kolam pemandian ini bisa dikatakan cukup luas dengan kondisi air yang sangat jernih dan menyegarkan. Selain itu suasana disini sangat nyaman yang berada jauh dari keramaian kota.

Jadi sangat cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi sekaligus merefresh dari kesibukan sehari-hari, apalagi bersama keluarga pastinya sangat menyenangkan sekali. Oh iya Guys, terdapat pula sebuah kolam besar di halaman pura dimana kolam ini berisi ikan koi berbagai jenis dan ukuran. Perlu diperhatikan ya, siapau dilarang untuk menangkap ikan di kolam ini karena dikeramatkan.

Ditengah halaman diluar pura utama terdapat sebuah aula terbuka, tempat ini adalah tempat untuk rapat oleh penduduk Desa Sebatu. Fungsi lainnya bisa digunakan untuk tempat istirahat bagi pengunjung sembari menikmati segala keindahan maupun suasana yang tersaji didalamnya.

Alamat Pura Gunung Kawi Sebatuberada di Jl. Raya Biyad, Tegallalang, Desa Sebatu, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Di bawah ini adalah obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang tak kalah menariknya, yuk baca !!!

Pura Gaduh – Wisata Tenang & Jauh Dari Keramaian Kota



Monday, December 26, 2016

Pura Gaduh – Wisata Tenang & Jauh Dari Keramaian Kota


Hay Travelers, apakah anda sedang mencari obyek wisata di Pulau Bali yang menyenangkan sekaligus bisa merefresh diri dari kejenuhan hiruk piruk keramaian kota ? memang ya Guys, terkadang kita merasa bosan dengan suasana kota yang identik dengan kesibukan, walaupun nyatanya banyak fasilitas yang sangat lengkap.

Khus bagi pembaca yang ingin mendapatkan pengalaman liburan lain dari pada yang lain tak ada salahnya jika mengunjungi Pura Gaduh. Katanya jauh dari keramaian kota ? Tak seperti namanya, Pura Gaduh berlokasi di daerah yang tenang dan hening walaupun nyatanya keberadaannya tepat di sisi jalan utama.

Pura ini merupakan tempat ibadat umat Hindu yang bisa dibilang kuno, karena Pura Gaduh adalah bangunan warisan dari nenek moyang dan hingga detik ini masih dirawat dan masih dilestarikan keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Pura Gaduh merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat dan juga bagian dari salah satu kompleks pura yang ada di lingkungan tersebut.
Bangunan pura yang ada didalam kawasan kopleks ini diantaranya Pura Gedong Puseh, Pura Kuru Baya serta Pura Batur Sari. Letak dari pada Pura Gaduh berada tepat di halaman barat Pura Puseh dan sebelah timur Pura Kuru Bayu. Nah jika pembaca menanyakan tentang keunikan Pura Gaduh, yakni terletak pada keberadaan sebuah arca yang cukup menyeramkan.

Arca menyeramkan ini bernama “Kepal Kebo Iwa” dengan spectifikasi mata melotot, kuping lebar, rambut gimbal dan juga gigi taringnya yang menyembul keluar seperti halnya siluman buto ijo. Sebagian besar masyarakat setempat percaya bahawa perwujudan dari wajah Kebo Iwa tersebut memiliki nilai filosofi yakni perbuatan baik dan buruk berasal dari kepala.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, belum dapat membuktikan secara pasti tentang kapan dibangunnya Pura Gaduh ini. Usut punya usut dari berbagai sumber menyebutkan, kalau Pura Gaduh merupakan tempat suci peninggalan Raja Patih Sri Jayakatong yang memerintah sejak Tahun Saka 1214 hingga 1302 Masehi.

Setelah itu pemerintahannya diteruskan oleh Raja-Raja  Bali lainnya, diantaranya adalah sebagai berikut Raja Sri Jayasunu - Raja Sri Masula-Masuli - Raja Sri Antasura Ratna Bumi Banten dan keturunan Sri Karang Buncing yang ada saat ini.

Alamat Pura Gaduh berada di Jalan Kebo Iwa, Desa Blahbatu, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Guys, dibawah ini ada sederet obyek wisata di Kabupaten Giayar yang mungkin bisa anda jadikan agenda wisata berikutnya :

Pura Samuan Tiga Gianyar ( Pura Penataran ) - Wisata Sejarah



Dusun Bona Desa Belega – Wisata Seru !!!


Wisata Bali tak pernah membosankan, disetiap sudut daerahnya selalu ada obyek wisata yang seru untuk di kunjungi. Seperti tempat wisata Dusun Bona Desa Belega di kabupaten gianyar ini memiliki keunikan tersendiri. Tak sekit para wisatawan berbondong-bondong untuk mengunjunginya mulai dari wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara hlo Guys.

Dilihat dari sejarah pada awal abad ke-17 yang saat itu adalah masa pemerintahan Dalem Ketut yang memiliki beberapa patih terkenal dimana salah satunya adalah Ki Kebo Iwa yang memrintah di daerah Blahbatuh, Gianyar. Dimasa kepemimpinan Ki Kebo Iwa, daerah Blahbatuh dikenal oleh masyarakat luas dengan kesaktian dan kekebalan Ki Kebo Iwa yang mandara guna serta sulit dikalahkan.

Kata Blahbatuh berasal dari dua suku kata yang tak lain adalah “Blah” dan “batu” yang masing-masingnya memiliki arti rakyat dan batu atau kuat. Dari rangkaian 2 suku kata inilah kemudian kata Blahbatuh dimuroti ( diartikan / maknai ) dengan penegrtian suatu rakyat yang mempunyai pemimin yang sangat tangguh, kuat dan sakti  bernama patih Ki Kebo Iwa.

Jangan beranjak dulu sob karena belum membahas persoalan yang menjadi judul diatas, untuk Desa Belega pada saat itu kawasan wilayahnya masih dikuasai oleh kepemimpinan daerah Blahbatuh. Kata Belega juga memiliki arti tersendiri dan terdiri dari 2 suku kata hlo, yakni Bala dan Aga yang berarti rakyat dan asli.

Masyarakat Desa Belega ini masih menunjukkan ciri khas keaslian penduduknya bahwa yang merupakan penduduk asli Blahbatuh. Sebagian besar mata pencaharian warganya sebagai pengrajin beraneka jenis peralatan yang terberbahan baku bambu, kerajinan yang dibuatnya mulai dari kursi, meja, tempat tidur, dan lain-lain yang bertaraf ekspor ke luar negeri.

Sementara kerajinan yang dibuat oleh masyarakat Dusun Bona pada umumnya membuat macam-macam kerajinan berbahan dasar daun lontar. Meskipun begitu hasil kerajinannya tak kalah menarik yang diantaranya adalah  tas, topi, kipas, sandal keranjang, pohon natal, dan barang-barang lainnya yang sangat menggoda bagi siapapun wisatawan yang melihatnya.

Keseruanmu akan menjadi ketika berwisata di Dusun Bonatak lain ialah masyarakat Dusun Bona ini juga sanagat terkenal dengan pertunjukan Tari Kecak dengan menceritakan cerita Ramayana. Tak jarang juga pada saat pertunjukkan Tari Kecak, diiringi dengan pertunjukan Tari Sanghyang Dedari yang ditarikan oleh dua orang gadis yang dirasuki roh ( tak sadarkan diri ).

Pengalaman berlibur semakin berkesan, kareta seusai pertunjukan Tari Sanghyang Dedari selesai berlanjut dengan pertunjukan Tari Sanghyang Jaran yang mana dilakukan oleh seorang laki-laki yang menari serta membawa bara api di tangan dengan telanjang kaki.

Seru bukan Guys ? tentunya sebelum berkunjung telebih dahulu harus mengetahui lokasinya ya dan obyek wisata nan eksotis penuh dengan keseruan ini berada di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

NB : Bona adalah suatu dusun yang daerahnya masih berada di kawasan Desa Belega.

Yuk Guys baca juga obyek wisata nan seru Kabupaten Gianyar seru lainnya di bawah ini :

Relief Bitera Gianyar - Bali

Relife Yeh Pulu Gianyar

Puri Agung Gianyar – Info Wisata Bali



Sunday, December 25, 2016

Candi Tebing Tinggallinggah Gianyar


Sob !!! di Pulau Bali tak hanya ada pura yang unik-unik hlo, nah jika anda liburan di Kabupaten Gianyar ada suatu obyek wisata yang sangat di sayangkan jika tak mengunjunginya. Sudahkah anda mengunjungi Candi Tebing Tinggallinggah ? Yak candi memang persis dengan namanya yang mana keberadaannya di tebing sebuah sungai.

Sangat unik tentunya, pastinya bagi anda yang memiliki jiwa penasaran tak akan menyia-nyiakan kesempatan jika berlibur ke Bali bukan ? Candi Tebing Tinggallinggah merupakan situs purbakala yang baru beberapa tahun lalu ditemukan yang tak lain adalah seorang ahli purbakala berkebangsaan Belanda ( Krijsman ).

Situs bersejarah ini kaya akan nilai historis dan filosofis yang tepatnya terletak di sebuah tebing Sungai Pakerisan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Krijsman menemukan bangunan ini tatkala Ia melakukan sebuah penyelidikan terhadap sebua bangunan kecil yang saat itu hanya dianggap bangunan gapura pada umumnya oleh warga setempat.

Pembaca penasaran ? Nah, jika ingin melihatnya secara langsung terlebih dahulu anda harus menuruni tangga sebelum akhirnya sampai ke lokasi Candi Tebing Tinggallinggah. Selama perjalanan anda akan dihibur dengan pemandangan alam nan menawan berupa hamparan sawah terasering khas Bali.

Semilir angin pesawahan membuat siapa saja akan merasakan suasana pedesaan yang begitu asri dan memberi ketenangan tersendiri, hal ini tentunya cocok bagi anda yang ingin merefrsh diri dari hiruk piruk keremaian kota. Hijaunya hamparan persawahan yang luas begitu menajubkan tak luput untuk dijadikan spot berselfie para pengunjungnya.

So jangan sampai lupa bawa alat foto ya Guys, oh iya Candi Tebing Tinggallinggah memiliki 2 seni pahat yang dipisahkan oleh tebing yang berseberangan. Ke-2 seni pahat tersebut dipisahkan oleh aliran sungai Pakerisan yang mana di tiap masing-masing dinding terdapat bentuk candi dan juga sejumlah cerukan yang berbeda.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, bahwa sebelumnya warga desa setempat hanya menganggapnya sebagai sebuah bangunan gapura masuk. Anggapan itu kemudian berbalik 100% setelah dilakukan penggalian sehingga di temukan sebuah tangga menuju keatas. Tak Cuma itu saja hlo Guys, di sebelah kanan bangunan tersebut juga didapati gapura yang lebih besar dengan kondisi sebagian telah runtuh.

Dan kerennya lagi pada bagian belakang gapura itu ada sebuah halaman yang dindingnya terpahat  dua buah candi. Sementara pada dinding sebelah kiri gapura terdapat bangunan biara yang pembangunanya belum rampung, kemungkinan besar dari hasil penelitial hal tersebut ditinggalkan disebabkan oleh adanya bencana alam berupa gempa bumi.

Hasil penelusuran dapat disebutkan sudah ditemukan sebanyak 7 cerukan dan juga 3 lingga yang berlambangkan “Trimurti” atau Dewa Utama ( Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa ). Jika diamati dengan teliti, dulunya cerukan tersebut merupakan tempat untuk semedi / bertapa.

Alamat lengkap Candi Tebing Tinggallinggah berada di Dusun Tegallinggah, Kecamatan Bedulu, Kabupaten Gainyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Dibawah ini ada obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang mungin bisa anda jadikan agenda wisata selanjutnya, yuk baca tentunya tempat wisata ini tak kalah serunya hlo Guys !!!

Museum Purbakala Gianyar ( Museum Gedong Arca )



Museum Purbakala Gianyar ( Museum Gedong Arca )


Pariwisata Bali menyuguhkan nuansa yang berbeda dengan tempat wisata di tempat lain, sebab itulah tak sedikit wisatawan domestik hingga mancanega menjadikannya tujuan utama saat berlibur. Persis dengan namanya, Museum Purbakala adalah tempat yang emgoleksi beaneka benda-benda cagar budaya dari masa prasejarah sampai masa sejarah.

Yang tak lain kesemua benda-benda yang dikoleksi tersebut merupakan dari hasil pelestarian di wilayah Bali sendiri. Museum Purbakala berdiri kokoh diatas tanah seluas 5.165 meter yang mana terbagi menjadi tiga halaman yaitu halaman luar, halaman tengah, dan halaman dalam. Selai itu juga terdapat sembilan wantilan di halaman yang difungsikan sebagi ruang pertemuan.

Sementara halaman tengah adalah tempat untuk menyimpan serta memajang benda-benda purbakala yang menjadi daya tarik uatama dari Museum Purbakala ini. Benda-benda mulai dari sejarah dan prasejarah lengkap tersimpan rapi yang dibagi menjadi dua kelompok sebagai mana didasarkan pada waktu atau asal muasal terciptanya diantaranya adalah zaman batu hingga zaman perunggu, serta zaman sejarah dari abad ke VIII - XV Masehi.

Sejarah tentang berdirinya Museum Purbakala berawal dari gagasan mantan Kepala Dinas Purbakala Bali ( Prof. Dr Rd Soejono dan Drs Soeharto ) untuk memamerkan benda-benda cagar budaya yang berhasil dilestarkan oleh Jawatan Purbakala pada tahun 1950 dan berhasil di bangun antara tahun 1958-1959. Museum Purbakala resmi dibuka oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tanggal 14 September 1974.

Benda-benda purbakala yang dimiliki Museum Purbakala atau Museum Gedong Arca ini terancam hilang yang disebabkan karena dibeli oleh wisatawan asing sebagai cendera mata dan barang koleksi. Hingga kini, tercatat jumlah koleksi yang berhasil dikumpulkan mencapai 3.000 buah yang mana merupakan hasil temuan, pembelian dari kolektor, dan milik pribadi yang kemudian diserahkan ke pihhak museum.

Adapun berbagai fasilitas pokok yang dimiliki Museum Purbakala guna memberi kenyamanan pengunjungnya yakni area parkir yang luas, kamar mandi, serta toilet. Berkunjung ke museum ini sangat tepat bagi mereka yang ingin mengulas tentang sejarah peradaban Bali dari masa ke masa.

Lokasi Museum Purbakala berada di Jalan Raya Tampak Siring, Desa Bedudu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Yuk baca juga obyek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Gianyar yang tak kalah menariknya di bawah ini :

Puri Agung Gianyar – Info Wisata Bali

Saturday, December 24, 2016

Pura Samuan Tiga Gianyar ( Pura Penataran ) - Wisata Sejarah


Kabupaten Gianyar, Bali memiliki banyak sekali obyek wisata yang menarik dan salah stunya yang tak boleh anda lewatkan ketika berada dikawasannya adalah Pura Samuan Tiga. Tempat wisata ini tepat berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, provinsi Bali, Indonesia. Menurut sejarahnya, bahwa Pura Samuan Tiga ialah sebagai tempat memuja kekuatan alam oleh nenek moyang masyarakat setempat.

Maka dari itu pura ini tergolong banguanan yang sudah tua, dari informasi yang didapatkan mengatakan dibangun pada masa pra-sejarah. Dalam prosesnya melewati perjalanan sejarah yang begitu panjang jadi tak menutup kemungkinan ada sebagaian dari informasinya yang belum terpecahkan.

Dirilis dari salah satu halaman dalam lontar Tatwa Siwa Purana, bahwa pembangunan Pura Samuan Tiga dilaksanakan pada masa pemerintahan Prabu Candra Sangka sekaligus membangun pura Penataran sasih dan ilen-ilen ( hiburan ) tarkala piodalan, mulai dari nampiyog nganten, sanghyang jaran nglamuk beha ( menginjak bara ), mapalengkungan siyat pajeng, pendet dan siyat sampian yang memiliki tujuan untuk menghilangkan sehananing leteh dan juga membersihkan diri.

Setelah diteliti lebih lanjut nama dari Prabu Candra Sangka tidak ada dalam sejarah pada saat raja-raja yang ada di Bali. Tetai  ada pada Candrabhayasingha Warmadewa yang tertulis didalam prasasti di Pura Sakenan Manukaya Tampak Siring, yang mana berisikan tentang sejarah pembuatan pemandian tirta di Air Hampul atau populernya dengan sebutan Tirta Empul.

Sumber-sumber informasi tentang sejarah tersebut tentunya sangat penting untuk mengetahui lebih akurat akan sejarah-sejarah pura yang dibangun di seluruh pelosok Pulau Bali. Ini dikarenakan setiap berdirinya pura tertentu pasti ada sejarahnya, prasasti maupun purana yang mencatat tentang asal muasal ceritanya.

Jikalau yang dimaksud dalam lontar Tatwa Siwa Purana tersebut tak lain ialah Candra Bhayasingha Warmadewa tau nama lain dari Prabu Candra Sangk, maka dapat dipastikan pebangunan Pura Samuan Tiga ini sejaman dengan pembuatan Tirta Empul yang tak lain dibangun atau dibuat pada abad ke-10.

Semasa itu dibangunla Pura Gunung ( Pura Tirta Empul di Tampaksiring ), oh iya Guys Pura Penataran adalah nama lain dari Pura Samuan Tiga, dan yang satunya lagi dibangunlah pura yang bernama Pura Segara. Kelebihan dari Pura Samuan Tiga ini berlokasi dilingkungan pedesaan yang mana memiliki nuansa alam yang masih sangat asri dan alami.

Pura Samuan Tiga atau Pura Penataran merupakan situs cagar budaya, sehingga sanagat cocok bagi anda yang menyukai  wisata yang berbau wisata sejarah. Selama di kawasannya anda akan di suguhi dengan udara nan begitu sejauk, jadi berlama-lama berwisata disini adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh pengunjungnya.

Didalam kawasan Pura Samuan Tiga mempunyai 7 mandala atau halaman dengan ketinggian yang berbeda-beda, nama dari ke-7 halaman tersebut adalah Mandala Jaba, Penataran Agung, Duur Delod, Beten Kangin, Batan Manggis, Samenggen serta Mandala Jeroan.

Lokasi Pura Samuan Tiga berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.


Dibawah ini masih ada banyak lagi obyek wisata yang pastinya menyenangkan untuk anda kunjungi, yakni masih berada di kabupaten Gianyar tentunya. Yuk Guys baca selengkapnya :

Goa Gajah Gianyar - Wisata Unik & Menarik

Goa Gajah Gianyar - Wisata Unik & Menarik

Plesir sampai puas yuk obyek wisata di Pulau Bali, salah satunya yang sayang dilewatkan ialah Goa Gajah yang berada di Kabupaten Gianyar ini. Goa Gajah adalah salah satu dari banyaknya pura tertua dan bersejarah yang menjadi simbol dan saksi perkembangan peradaban masyarakat Hindu dan Budha di pulau Bali.

Di namai dengan sebutan Goa gajah tak lain ialah di salah satu kompleks pura terdapat sebuah goa dengan ukiran besar di pintu masuknya yang berupa gajah. Sejarah mengatakan bahwa Pura Gajah belum ada yang tahu secara jelas tentang kapan didirikannya bangunan ini, tetapi menurut catatan kerajaan Majapahit ( tahun 1365 AD ) diklaim pura ini dibangun oleh kerajaan Bedahulu pada abad ke 11 AD.

kerajaan Bedahulu merupakan kerajaan di Bali sebelum tersentuh dengan pengaruh budaya kerajaan Majapahit. Selain itu Pura Goa Gajah dulunya juga digunakan sebagai tempat pemujaan oleh dua agama sekaligus ( Hindu dan Buddha / Siwa-Budha ). Dengan berjalannya waktu popularitas agama Budha meredup dan Pura Goa Gajah tetap digunakan umat Hindu.

Kompleks Pura Goa Gajah dikategirikan sebagai sebuah situs arkeolog yang mana pada bagian halaman pura banyak ditemukan potongan-potongan arca dan candi yang belum selesai dibangun. Saat pembaca berwisata ke sini, anda tidak hanya melihat Goa besar saja namun ada pancuran air dari beberapa arca, air tersebut dari pertemuan dua mata air ( air suci ).

Juga ada sebuah arca dewa Ganesha ( berwajah Gajah ), pada sudut lainnya terdapat reruntuhan bekas candi bercorak Buddha yang dipahat pada bebatuan cadas. Kata Goa Gajah ini diduga berasal dari kata “Lwa Gajah”, dengan artinya wihara tempat pemujaan para Bhiksu. Menurut lontar Negarakertagama yang disusun pada tahun 1365 M oleh Mpu Prapanca, juga terdapat kata tersebut.

Sementara kata “Lwa“ memiliki arti sungai, jadi kesimpulan dari kedua kata tersebut ialah pertapaan yang terletak di tepi sungai. Oh iya Guys,  setelah anda sampai di areal parkir kemudian berlanjut menuruni tangga untuk bisa sampai ke Pura Goa Gajah. Kawasan wisata ini dikelilingi pepohonan hijau yang rindang, sehingga suasananya sangat nyaman sekali.

Usut punya usut dari petugas penjaga, usia pepohonan tersebut sudah berusia ratusan tahun. Jika pembaca ingin melihat komplek Pura Goa Gajah secara keseluruhan dapat melihatnya dari tangga. Nah, ketika sampai di bawah kalian akan mendengar gemericik suara air yang mengalir dari pancuran arca.

Sesampainnya sampai di mulut goa yang ukurannya terbilang kecil, sehingga agar bisa memasukinya harus mengantri satu per satu. Ruangan di dalam goa berbentuk huruf T yang mana berketinggian 2 meter dan lebar 2 meter. Ruangan kanan dan kiri lorong dapat dilihat ceruk yang dahulunya digunakan sebagai tempat bertapa.

Di bagian ujung barat lorong terdapat Arca Ganesha sementara pada ujung timur lorong terdapat 3 lingga. Guys selain itu disekitar goa, juga ada juga hlo patung petirtaan dengan tujuh patung widyadara–widyadari yang sedang memegang air suci. Suasana di obyek wisata ini sangat damai dengan didominasi dengan arsitektur yang klasik khas era kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha terdahuu.

Siapapun boleh untuk memasukinya, tetapi diingat ya bagi anda yang lagi datang bulan tidak diperbolehkan hlo. Hal ini dikarenakan untuk menjaga kesucian dari pada pura itu sendiri

Pura Goa Gajah berada di bagian barat Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, idonesia.


Oke lanjutin lagi yuk berwisata di Kabupaten Gianyar, wisata yang tak kalah seru lihat di bawah ini :

Puri Agung Gianyar – Info Wisata Bali



Friday, December 23, 2016

Relife Yeh Pulu Gianyar


Hay Travelers, yuk Sob piknik ke Pulau Bali dengan mengunjungi obyek wisatanya yang unik-unik dan tentunya menarik untuk di eksplor. Ada suatu tempat wisata nan seru nih untuk anda kunjungi, selain itu juga memiliki daya magis yang masih kuat. Penasaran obyek wisata apakah itu ? Yak kali ini akan memebahas dengan detail tempat wisata yang bernama Relife Yeh Pulu.

Obyek wisata tersebut bisa dikategorikan sebagai objek wisata sejarah yakni berbentuk pahatan-pahatan kuno pada dinding bukit cadas. Oh iya Relife Yeh Pulu ini diperkirakan dibuat pada abad ke-14 atau ke-15 dan ditemukan pertama kali oleh seorang punggawa Kerajaan Ubud pada tahun 1925. Panjang Relife Yeh Pulu sekitar 25 meter dengan ketinggian sekitar 2 meter, sudah kebayang kan bagaimana eksotisnya.

Setelah itu kemudian berlanjut pada masa penjajahan kolonial Belanda diteliti dan dipromosikan dari bagian purbakala pada tahun 1929. Disini banyak didapatkan pengetahuan seni, sejarah klasik Bali dan sekarang dilindungi, diperhatian dirawat baik oleh Krama Subak setempat dan juga dari Pelestarian Cagar Budaya Bali.

Kesan seni ukiran yang terpahat di atas batu cadas ini tmemiliki kesan kuno, unik dan menarik serta sayang jika tak dikunjungi. Hal menarik lainnya terdapat pada pemandangan alam disekitarnya yang masih asri yang berupa keindahan hamparan sawah di saat menyusuri jalan setapak menuju lokasi. Tentunya akan menjadi sesuatu yang sangat menarik jika pembaca berwisata ke tempat ini.

Guys, Yeh Pulu berasal dari dua kata “Yeh” dan “Pulu” yang bermakna air dan gentong. Memang dari segi makna sedemikian rupa, tapi jika anda mengamati dengan cermat pada pahatan reliefnya tak ada kaitannya sedikitpun. Hal ini dikatakan bahwa di seni pahatan Relife Yeh Pulu tidak ada yang berbentuk gentong ataupun semacamnya.

Jika dikaitkan dengan nama Yeh Puluh dan lebih detail diamati bahwa nama tersebut bukannya di ambil dari reliefnya, melainkan diambil dari gentong ( tempat menyimpan beras ) yang letaknya di tengah sumber air. Asalkan semua pembaca tahu, air tersebut sangat disucikan dan berada  tepat di sebelah barat Relife Yeh Pulu.

Secara jelasnya, Relief Yeh Pulu tersebut memiliki lima fragmen yang mana kesemua dari relif itu memiliki cerita yang berbeda-beda. Meskipun begitu, relief-relief tersebut memiliki cerita utama yaitu tentang ceritanya Krishna sebagai inkarnasi Bhatara Wisnu. Tak hanya itu saja hlo Guys, hingga kini masih dilakukan penelitian guna menggali hal-hal yang masih belum terungkap.

Seni mengagumkan pahatan-pahatan yang bisa pembaca lihat selain yang ada di dinding tebing ialah ceruk-ceruk Raja Bendahulu yang kononnya digunakan tempat pertapaan olehnya. Relief ini menceritakan tentang Raja Bendahulu ( Bedulu ) sebelum gugur dalam peperangan saat melawan Kerajaan Majapahit yang mana tragedi ini terjadi pada tahun 1343 M.
Lokasi Relief Yeh Pulu berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Untuk melihat seni pahatan nan mengagumkan ini, anda harus berjalan kaki melewati jalan setapak yang lumayan melelahkan. Namun selama perjalanan akan di hibur dengan pemandangan kebersihan jalan dan persawahan yang terhampar luas akan selalu menghibur setiap pengunjungnya.

Yuk Guys, eksplor lagi obyek wisata di Kabupaten Gianyar lainnya yang pastinya tak kalah seru dan menariknya, info detail baca di bawah ini ya :

Desa Sidan Gianyar - Sidan Village