Showing posts with label Movie&TV. Show all posts
Showing posts with label Movie&TV. Show all posts

Saturday, March 14, 2015

Review Film: Fetih 1453

"Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menakhlukkan adalah sebaik-baiknya pemimpin. Dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan."

Hadist yang diriwayatkan Ahmad Hanbal Al-Musnad tersebut merupakan perkataan Rasulullah yang disampaikan pada sahabatnya Abu Ayub al-Ansari di Madinah sekitar 627 Masehi. Delapan abad setelahnya, lahirlah sosok yang dimaksud di Edirne, Turki. Film Fetih 1453 merupakan film bertema sejarah atau diangkat dari kisah nyata tokoh yang dimaksud.


Review Film: Fetih 1453
(www.imdb.com)

Mehmed II atau Sultan Muhammad Al Fatih sebenarnya telah naik tahta saat usia 12 tahun saat ayahnya mengundurkan diri. Namun karena dianggap terlalu muda, Perdana Menteri Halil Pasha menurunkannya dari tahta kekaisaran Turki Utsmani dan mengangkat Sultan Murad kembali bertahta. Mehmed kembali bertahta saat ayahnya wafat. 

Saat bertahta kembali, awalnya sempat diremehkan baik oleh rakyatnya sendiri maupun oleh raja-raja pesaingnya. Tak terkecuali kekaisaran Romawi Timur yang malah menunjuk Shehzade Orhan sebagai sultan boneka setelah mengetahui Murad Bey wafat. Mehmed dianggap tak berwibawa karena pernah digulingkan. Tak sampai disitu, Kaisar Konstantin XI berencana mendukung pemberontakan Karamanoglu Ibrahim terhadap kesultanan Turki.

Konstantinopel (saat ini bernama Istambul) merupakan ibu kota Romawi Timur yang berada di jalur strategis antara Laut Hitam dan Laut Marmara. Kota ini dikenal memiliki benteng dengan dinding yang sangat tebal dan pasukan pertahanan yang tangguh. Tak heran kota ini mempu mengawasi semua pelayaran yang melintasi Selat Bosporus. 


Review Film: Fetih 1453
(1sosyalmedya.com)

Mengetahui Mehmed akan melakukan pengepungan, Paus di Vatikan khawatir jika Roma akan menjadi tujuaan selanjutnya jika Konstantinopel benar-benar jatuh. Paus menawarkan bantuan pada Kaisar Konstantin XI untuk menghimpun Tentara Salib dengan syarat kotanya harus menerima kewenangan Vatikan. Namun kebanyakan rakyat Konstantinopel yang beragama Orthodox merasa keberatan jika menerima kewenangan dari Vatikan yang notabene beragama Katolik. 

Mehmed mempersiapkan pengepungan Konstantinopel dengan matang. Dibuatnya ratusan kapal perang di Gallipoli. Dibangun pula pabrik-pabrik persenjataan. Dihimpunnya ratusan ribu pasukan. Mehmed juga membangun Benteng Bogaz Kesen atau Rumelia Hisari. Benteng yang menghadap langsung ke Selat Bosporus ini dibangun dengan tujuan memblokir pelayaran Laut Hitam ke Laut tengah atau sebaliknya dengan tujuan menciptakan blokade terhadap Konstantinopel. Saat itu pula dibuat meriam terbesar yang belum pernah dibuat sebelumnya. Meriam yang diberi nama Basilica ini bertujuan untuk merontokkan dinding pelindung kota Konstantinopel yang terkenal kokoh dan tebal.

Sebelum perang, Mehmed menawarkan agar Kaisar Konstantin menyerahkan kotanya tanpa syarat sehingga tidak terjadi pertumpahan darah. Semua harta dan nyawa penduduk kota akan dijamin oleh sultan. Namun kaisar menolak tawaran itu. Perperangan tak terhindarkan. 


Review Film: Fetih 1453
(www.scnscr.me)

Awalnya Meriam Basilica berhasil membuat lubang besar di dinding benteng. Namun dengan cepat pasukan pertahanan Konstantinopel berhasil menutupnya sebelum pasukan Turki menyerbu masuk. Karena alasan teknis, meriam ini tidak bisa terlalu sering ditembakkan. Akhirnya pertempuran berlangsung berlarut hingga berhari-hari. Kerugian di pihak Turki semakin banyak ditandai banyaknya tentara yang menjadi korban. Sultan bertambah putus asa ketika mendengar pasukan Hongaria akan bergabung melawannya. Ditengah keputus-asaan itu, datanglah Syeh Agung Pemsettin. Setelah mendapat nasihat sang guru, kepercayaan diri Mehmed kembali. 


Review Film: Fetih 1453
(www.kinokalender.com)

Setelah bertempur dengan sengit akhirnya pasukan Turki berhasil menembus dinding kota dan mengibarkan panji kebesarannya di atas menara benteng. Pasukan konstantinopel berhasil di taklukkan dan kaisarnya terbunuh. Mehmed memasuki kota dengan kemenangan. Saat melangkah memasuki Hagia Sopia yang menjadi bangunan simbol Kota Konstantinopel, ditemukannya banyak anak-anak, wanita, dan orang lanjut usia dari kalangan penduduk kota yang tidak ikut berperang. Dihadapan mereka, sang sultan berjanji akan menlindungi nyawa dan harta penduduk kota. Tak hanya itu, mereka juga dibebaskan memeluk keyakinan mereka masing-masing. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan para Tentara Salib yang membantai semua penduduk desa muslim di kawasan Balkan.

Film Fetih 1453 dibuat selama 3 tahun dengan biaya $ 17 juta yang dirilis 16 Februari 2012 dengan durasi 160 menit. Film yang disutradarai Faruk Aksoy ini ditayangkan diberbagai negara seperti AS, Britania, Perancis, Mesir, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Georgia, Jerman, Belanda, Makedonia, Rusia, Azerbaijan, Korsel, Jepang, dan beberapa negara lainnya.



Sumber:
Wikipedia

Wednesday, December 24, 2014

Review: Band of Brothers

Sebuah serial televisi produksi HBO yang diangkat dari novel karya Stephen E. Ambrose . Terdiri dari 10 episode menceritakan kiprah dari pasukan penerjun payung Kompi Easy (Kompi E) dari Batalion ke 2 Resimen Infantri Penerjun 506 Divisi Lintas Udara ke 101 Angkatan Darat Amerika selama Perang Dunia II melawan Nazi Jerman yang menguasai Eropa. Dibintangi oleh Damian Lewis, Ron Livingston, Donnie Wahlberg, dan banyak aktor lainnya. 


Sumber: www.imdb.com


Episode 1: Currahee
Menceritakan awal saat Kompi E dilatih di Kamp Toccoa, Georgia, AS. Saat itu Kompi E dilatih dan dipimpin oleh Kapten Sobel yang gemar mencari kesalahan dan menghina anak buahnya namun tidak pandai dalam strategi. Tak jarang ia memberi hukuman berat berlari menaiki Bukit Currahee yang kemudian menjadi semboyan kompi tersebut. Mungkin karena gaya pelatihan Kapten Sobel yang menyebalkan ini yang kelak menjadikan mental Kompi Easy tangguh.

Episode 2: Day of Days (D-Days)
Menceritakan Operasi Overlord pendaratan sekutu di pantai Normandia, Prancis. Sebelum pendaratan aphibi dipagi hari, malamnya Divisi ke-82 dan ke-101 (termasuk Kompi E didalamnya) diterbangkan dari Uppotery, Inggris untuk penerjunan di Normandia dengan tujuan menyerang garis belakang musuh untuk mengamankan pendaratan marinir dipagi hari berikutnya. Letnan Winters ditunjuk sebagai pimpinan kompi karena komandan sebelumnya, yaitu Letnan Meehan pesawatnya tertembak jatuh sebelum berhasil terjun oleh artileri pertahanan udara Jerman. Pagi harinya Winters dan anak buahnya menjalankan misi melumpuhkan artileri Nazi yang menembaki pasukan sekutu yang mendarat di pantai.

Episode 3: Carentan
Misi berikutnya dari Kompi E adaah merebut sebuah kota kecil bernama Carentan. Tanpa perlawanan berarti kota itu berhasil diduduki. Ternyata hanya sedikit saja pasukan Nazi yang berada di dalam kota tersebut. Pasukan nazi dalam jumlah besar sudah menunggu dipinggir kota. Terjadilah pertempuran sengit melawan pasukan Nazi yang diperkuat oleh Tank Panzer. Ahirnya pasukan Nazi dapat dipikul mundur setelah Kompi E mendapat bantuan dari Pasukan Kendaraan ke-2 yang diperkuat Tank Sherman. Prajurit Blithe yang tadinya takut bertempur kini menjadi berani.

Episode 4: Replacements
Misi Kompi E di Perancis telah usai. Banyak dari mereka telah gugur sehingga harus diganti oleh prajurit pengganti (replacements). Misi berikutnya adalah penerjunan ke Belanda dalam Operasi Market Garden. Tujuannya adalah mengamankan jalan antara Eindoven dan Arnhem untuk memberi jalan 2 Divisi tank Inggris masuk ke Arnhem. Kompi E kebagian tugas membebaskan Eindhoven. Awalnya semua nampak baik-baik saja. Kota dapat diamankan dan Kompi E disambut dengan ramah oleh warga kota. Namun tiba-tiba tentara Nazi menyerang dengan kendaraan lapis bajanya yang membuat Kompi E dapat dipukul mundur. Bahkan salah satu pemimpin peleton, Sersan Randleman terpisah dari rombongan. 

Episode 5: Crossroads
Seperti pada Episode 2, episode ini juga menceritakan ketangguhan kepemimpinan Kapten Winters (sudah naik pangkat). Masih di Belanda, misi kali ini adalah mengamankan persimpangan jalan dekat bendungan. Akhirnya pasukan Nazi yang ternyata adalah Waffen SS (pasukan khusus Nazi) dapat dipukul mundur. Dalam episode ini juga terjadi pergantian pemimpin Kompi E ke Letnan Heylinger sedangkan Kapten Winters diangakt menjadi pimpinan eksekutif batalion. Dimisi pertamanya, Operasi Pegasus, Heylinger berhasil membebaskan 140 pasukan Inggris yang terjebak di seberang Sungai Rhine saat Operasi Market Garden gagal. Heylinger sebenarnya adalah pimpinan yang baik, sayang karirnya tak bertahan lama akibat tertemkak secara tidak sengaja oleh pasukannya sendiri.

Episode 6: Bastogne
Divisi ke-1 dan ke-6 Panzer SS telah menembus wilayah strategis di Hutan Arden, dekat Kota Bastogne, Belgia dan memporakporandakan pasukan sekutu disana. Ditengah minimnya pakaian hangat yang memasuki musim salju serta kekurangan amunisi, Kompi E dikerahkan untuk membantu disana. Eugene "Doc" Roe, salah satu prajurit medis kekurangan morfin dan obat-obatan. Banyak korban berjatuhan didalam hutan bersalju tersebut akibat dari gempuran artileri Jerman. 

Episode 7: The Breaking Point
Sepeninggal Letnan Heylinger, Kompi E dipimpin oleh Letnan Dike. Saat di Hutan Arden dia sering meninggalkan anak buahnya. Dike adalah contoh pimpinan yang buruk dan tidak bertanggung jawab. Konon, dia adalah perwira "titipan" seorang atasan di Divisi. Ditengah kondisi sulit di Hutan Arden, Kompi E seolah berjalan tanpa pimpinan. Ditengah situasi sulit akibat gempuran bom artileri Nazi itu Sersan Lipton muncul sebagai sosok yang mampu menyemangati dan mengkoordinasi rekan-rekannya. Saat misi menyerang Kota Foy, yang tak jauh dari Hutan Arden kinerja Letnan Dike sangat buruk hingga berjatuhan korban dipihak kompi E. Mengetahui hal itu Kapten Winters yang tidak segera menunjuk pimpinan Kompi Dog (Kompi D) Letnan Speirs untuk menggantikan Letnan Dike. Speirs adalah sosok perwira misterius dan nekat. Dengan adanya Speirs ini moral Kompi E terangkat kembali

Episode 8: The Last Patrol
Kompi datang ke Belgia dengan kekuatan 145 orang dan sebulan kemudian yang tersisa tinggal 63 orang. Setelah menjalani pertempuran yang brutal di Belgia, Kompi E dikirim untuk menjaga Hagenau kembali Ke Perancis. Mereka hanya dipisahkan oleh sungai sedangkan diseberang merupakan pertahanan pasukan Jerman. Suatu malam mereka ditugaskan untuk berpatroli ke seberang sungai dengan tujuan mengambil salah satu tawanan Nazi untuk diinterogasi. Karena semua dalam keadaan lelah, muncullah Letnan Jones mengajukan diri sebagai pemimpin operasi. Namun karena kurang pengalaman perwira yang baru West Point ini kurang disegani oleh bawahannya. Begitu juga Prajurit Webster, yang merupakan lulusan Kompi E sejak di Toccoa hingga veteran D-Days dan Market Garden. Hanya karena dia baru kembali dari perawatan rumah sakit dan tidak ikut ke Bastogne, dia dianggap "anak baru" oleh teman-temannya. Di episode ini Winters naik pangkat menjadi Mayor

Episode 9: Why We Fight
Kompi E berada di Jerman. Tentara Nazi sudah banyak yang menyerah walau belum seluruhnya. Kapten Nixon, sahabat Winters sejak di Toccoa yang terkenal kocak ngamuk-ngamuk setelah menerima surat cerai dari istrinya yang juga mengambil harta berupa rumah dan anjing kesayangannya. Saat di Jerman, mereka menemukan banyak sekali kamp konsentrasi para Yahudi yang ditawan oleh Nazi Jerman.

Episode 10: Points
Kompi E bergerak ke wilayah Bavaria tepatnya Kota Berchtesgaden. Saat itu Hitler telah meninggal bunuh diri di Berlin saat diserang Soviet. Kendati demikian, di wilayah Pegunungan Alpen itu disinyalir masih ada Waffen SS yang bergerilya karena di wilayah itulah kediaman semua petinggi Nazi berada. Disana Kompi E menduduki Sarang Elang, sebutan untuk istana berlapis emas yang dibangun Hitler di atas ketinggian 8000 kaki. Winters memberikan kejutan pada Nixon dengan mengajaknya ke rumah Hermann Goering (petinggi Nazi). Dirumah yang sudah ditinggal pemilknya itu disimpan 10 ribu jenis wine terbaik dari berbagai merk yang membuat Nix sangat senang. Selanjutnya mereka menuju Austria dan hari itu adalah hari V.E (Victory in Europe).

Tuesday, December 23, 2014

Review: Black Hawk Down

Sebuah film action war yang rilis tahun 2001. Film yang diangkat dari kisah nyata (alias film sejarah) tentang jatuhnya helikopter Black Hawk milik tentara USA di ibukota Somalia, Mogadishu pada tahun 1993. Dibintangi oleh Josh Hartnett, Eric Bana, William Fichtner, dan aktor-aktor lainnya.

Sumber: wikipedia

Rakyat Somalia menderita kala itu yang dikarenakan perang antar clan yang berkepanjangan. 300 ribu rakyat sipil mati kelaparan. Farah Aidid, salah satu warlords yang paling berkuasa di Mogadishu, merampas bantuan makanan internasional yang masuk ke Somalia. Dunia menjawab, kemudian dikirimlah 20 ribu pasukan untuk memulihkan keamanan. Bulan Juni pasukan Aidid menyerang pasukan DK PBB, 24 personil PBB yang berasal dari Pakistan tewas. Setelah itu Aidid mulai menargetkan personil dari USA. Akhir Agustus, pasukan elit USA dikirim ke Somalia yang terdiri dari: Pasukan Delta Force, US Army Rengers, dan 160th SOAR untuk memulihkan keamanan di Somalia dibawah komando Mayjen Garrison. 

Sumber: panjipluembond.blogspot.com

3 Oktober 1993, menurut data intelijen, akan diadakan pertemuan antara orang-orang kepercayaan Aidid pukul 15.00. Dua tokoh yang menjadi target ringkus adalah: Omar Salad dan Abdi Hassan Awale yang nerupakan tokoh penting dan kaki-tangan Aidid. Teknis penangkapannya, pukul 15.45 pasukan Delta yang diturunkan dari heli MH-6 Little Bird masuk ke gedung lokosi pertemuan di Hawlwadig Road, disalah satu distric di Mogadishu yang bernama Bakara Market. Sedangkan pasukan Rengers dibawah pimpinan Kapten Steele akan turun menggunakan tali dari atas heli MH-60 Black Hawk ke empat penjuru sudut gedung untuk membentuk sebuah perimeter pelindung (tiap regu disebut sebagai "chalk"). Sedangkan untuk ekstraksi sandera digunakan jalur darat, Letkol McKnight memimpin konvoi kendaraan militer darat yang akan digunakan untuk mengangkut target.

Sumber: le0pard31.com

Misi yang diberi kode "Irene" ini rencananya hanya berjalan tak kurang dari 30 menit. Namun diluar dugaan, mendadak Kota Mogadishu berubah panas setelah para milisi dan simpatisan Aidid berkumpul melawan. Seantero kota dipenuhi orang bersenjata mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Dua heli blackhawk tertembak jatuh oleh RPG. Suasana kota jadi kacau balau dengan baku tembak jarak dekat. Akhirnya USA terpaksa meminta bantuan pasukan PBB yang berasal dari Pakistan dan Malaysia untuk mengevakuasi heli yang jatuh dan pasukan yang terjebak di kota.


Monday, December 8, 2014

Review: Fury

Salah satu film war action terbaik yang pernah ada. Film Fury dirilis tahun 2014 menceritakan armada tank AS di akhir Perang Dunia II tepatnya saat menginvasi wilayah Jerman untuk mengalahkan Nazi di bulan April 1945. 

en.wikipedia.org

Cerita ini menceritakan empat orang kru Tank Sherman yaitu Don "Wardaddy" Collier (diperankan oleh Brad Pitt) sebagai comander tank, Boyd "Bible" Swan (diperankan Shia LeBeouf ) sebagai gunner tank, Trini "Gordo" Garcia (Michael Pena) sebagai pengemudi, dan Grady "Coon Ass" Travis (Jon Bernthal) sebagai loader.

Mereka berempat merukan kru tank yang selalu bersama sejak perang di front Afrika Utara. Saat di Jerman mereka kehilangan salah satu rekannya, Ray, yang berposisi sebagai assistant kemudi. Karena keadaan darurat dipilihlah pengganti untuk mengisi posisi kosong itu, sialnya tentara pengganti itu adalah seorang tentara juru ketik bernama Norman Ellison (Logan Lerman) yang belum pernah mengangkat senjata sebelumnya. Saat perjalanan menunaikan misi Norman dianggap bersalah tidak menembak pasukan Nazi yang dilihatnya yang mengakibatkan salah satu Tank Sherman hancur terbakar. Don sangat marah dengan anak buah barunya itu dan mengajarkannya untuk tak segan menembak pasukan Nazi.

Misi pertama hari itu adalah membebaskan peleton pasukan yang terjebak disebuah lapangan yang terkepung oleh pasukan Nazi yang dilengkapi senjata mesin dan meriam anti-tank. Bersama 3 tank lainnya (Old Phyllis, Lucy Sue, dan Murder Inc), tank yang diberi nama Fury yang dinaiki Don beserta krunya berhasil menyelamatkan pleton yang terjebak dilapangan serta berhasil memukul tentara Nazi dan menghacurkan senjata anti-tank mereka. 

www.dailymail.co.uk

Misi selanjutkan mengamankan sebuah kota juga dapat dilalui oleh keempat tank itu dengan baik. hingga pada akhirnya mereka mendapatkan misi untuk mengamankan sebuah perempatan jalan. Sialnya di tengah jalan tanpa diduga mereka bertemu sebuah tank Nazi yang selama ini ditakuti, yaitu Tank Tiger. Dengan kekuatan meriam serta ketebalan armornya tanpa kesulitan Tank Tiger milik Nazi menghabisi tiga Tank Sherman. Yang tersisa hanya tank bernama Fury yang dinaiki Don dan krunya. Dengan kecerdikannya Don memutari Tank Tiger dan menembak dari dekat bagian belakangnya yang mempunyai lapisan armor lebih tipis hingga berhasil merontokkan Tiger tersebut.

Dengan satu tank tersisa Don memutuskan melanjutkan misi. Hingga saat tiba di perempatan jalan yang dituju tank yang mereka tumpangi menginjak ranjau hingga rantainya putus. Sialnya diwaktu yang bersamaan terdapat iring-iringan konvoi satu batalion Waffen SS (pasukan elite Nazi) yang mendekati perempatan jalan itu. Bisakah Don dan krunya itu menghambat laju gerak pasukan SS tersebut dengan hanya mereka berlima dan juga tank dalam kondisi mogok tidak bisa berjalan seperti itu?

Film ini menyajikan efek pertempuran tembak menembak antar tank dan ledakan yang sangat detail. Namun adegan dan suasana perang yang ada menjadikan film ini hanya layak ditonton oleh orang dewasa saja.