Friday, January 6, 2017

Pantai Perancak – Menawarkan Banyak Pariwisata Asyik


Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali memiliki pariwisata bahari yang layang untuk anda kunjungi yang bernama Pantai Perancak. Keadaan alam di pantai ini masih alami, asri dan indah, sehingga siapapun yang berkunjung akan betah berlama-lama dibuatnya. Sepanjang pantainya banyak dilihat perahu nelayar yang berjejer rapi, yang memang matapencaharian mereka ialah sebagi nelayan.

Nah bagi anda yang memiliki hobi memancing, Pantai Perancak spot dan tarikan ikannya wajib anda coba hlo. Adapun lokasi dari pada obyek wisata ini berada di Desa Perancak, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Indonesia. Selain itu dikawasannya juga terdapat taman wisata, yang mana sering digunakan untuk acara  event-event nasional seperti halnya motor cross serta Road race.

Masih banyak hal seru lainnya yang dimiliki Pantai Perancak ini, salah satunya adalah adanya penangkaran dan pelestarian penyu laut. Pesisir pantai ini merupakan tempat penyu bertelur dan jenis dari pada penyu tersebut diantaranya ialah penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing dan penyu lekang ( jenisya persis seperti dikonversasi Pulau Penyu Tanjung Benoa ).

Jika pembaca ingin melihat penyu-penyu ini bertelur secara langsung, alangkah baiknya datang pada bulan April dan September ditiap tahunnya. Walaupun anda datang tidak pada bulan itu, anda ajuga masih bisa melihat penyu hlo, seperti penyu yang dibudidayakan maupun anak penyu atau disebut tukik yang berada disangkarnya.

Warga setepat membentuk kelompok yang bernama perkumpulan “Kurma Asih” di tahun 1997, dan hingga saat ini masih aktif meyelamatkan penyu-penyu yang mendarat, merelokasi telur-telur penyu dan melepaskan kembali ke alam bebas. Oh iya, bila diibandingkan dengan di Serangan ( Pulau Tanjung Benoa), Pantai Perancak merupakan tempat bersarang penyu yang terbanyak di Bali.

Eist jangan beranjak dulu dari tulisan yang lumayan panjang ini ya Guys, event yang tak kalah menarik lainnya di Pantai Perancak adalah lomba sampan dayung yang rutin dilaksanakan pada saat HUT Kota Negara. Ada lagi yang masih berkaitan dengan pelestarian alam yang tak lain dan tak beda ialah hamparan tanaman bakau dengan pemandangan yang sangat hijau menjadi dan tentunya hal menarik bagi mereka yang berkunjung ketempat ini.

Dan masih ada satu lagi yang membuat anda tk ingin mengangkat kaki dari kawasan wisata ini, yaitu terdapat pusat Riset Teknologi Kelautan oleh stasiun bumi NOAA. Metode tersebut berfungsi untuk menentukan titik berkumpulnya ikan laut. Nah maka dari itu, berlibur ke Pantai Perancak sangat cocok bagi pelajar untuk menambah ilmu pengetahuan mereka.
Khusus sahabat pembaca blogger, mendapat salam dari penulis “selamat berlibur & semoga menyenangkan”.

Dibawah ini ada bebrapa obyek wisata yang sangat disayangkan jika tidak dikunjungi hlo, yuk baca informasinya :

Pantai Medewi – Hal Menarik & Informasi



Pantai & Pura Rambut Siwi Jembrana


Bali memiliki bayak sekali wisata pantai yang menawan dan patut unuk anda kunjungi, salah satunya wisata pantai yang berada di Kabupaten Jembrana yakni Pantai Rambut Siwi atau Pantai Yeh Embang warga setempat menyebutnya. Dinamakan dengan Pantai Rambut Siwi karena tidak jauh dari pantai ini ada bangunan suci yang bernama Pura Rambut Siwi.

Sementara nama Pantai Yeh Embang diambil dari nama lokasinya yang mana berada di Desa Adat Yeh Embang. Guna memudahkan untuk mengingat pantai ini maka para pengunjung menamainya dengan nama bangunann suci tersebut. Tak seperti pantai-pantai yang berada di kabupaten Jembrana lainnya, pantai ini masih cenderung sepi dari wisatawan yang berkunjung.

Meskipun begitu Pantai Rambut Siwi memiliki keindahan laut yang dipadu dengan keindahan Pura Rambut Siwi yang berdiri kokoh dan eksotik di atas tebing bibir pantainya. Hamparan pasir pantai hitam yang cukup luas sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas olahraga, mulai dari jogging, sepak bola pantai, voli pantai dan lain-lain.

Tatkala sore hari, Pantai Rambut Siwi akan menyajikan paronama sunset yang begitu indahnya dan hampir sama dengan Pantai Kuta. Karena susanannya lebih cenderung sepi, maka pantai ini sangat cocok bagi mereka yang mencari wisata pantai yang nyaman serta jauh dari hiruk-piruk keramaian perkortaan.

Begitu sang surya akan temggelam, para pengunjung akan melihat cahaya berwarna kuning kemerah-merahan dan  momen ini adalah saat-saat yang dinanti untuk melakukan foto ria. Masih berada di kawasan pantai terdapat penginapan yang bisa untuk anda jadikan tempat bermalam dan melepaskan kelelahan selama perjalanan.

Oh iya, dikawasan pantai ini belum ada warung yang menjual makanan dan minuman ringan. Maka dari itu, sebelum mengunjungi Pantai Rambut Siwi alangkah baiknya persiapkan segala perbekalan yang diperlukan.

Pura Rambut Siwi

Pura Rambut Siwi merupakan dari salah satu Pura Dang Kahyangan jagat yang tak lain adalah tempat suci umat Hindhu yang digunakan untuk menghormati guru-guru suci ( Pendeta, Maha Rsi dan para Empu ). Terbentuknya pura ini juga masih ada kaitannya dengan perjalanan suci Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra yang memiliki gelar Pedanda Sakti Bawu Rawuh.

Sementara lokasi dari Pura Rambut Siwi tepat berada di atas tebing tepi Pantai Rambut Siwi, sehingga memiliki pemandangan alam laut Samudera Hindia yang indah, bersuasana tenang, damai dan penuh dengan aura spiritual. Hal inilah yang menjadikan tempat ini dijadikan sebagai tempat meditasi maupun menenangkan diri yang paling berpotensi.

Selain berguna untuk tempat suci, Pura Rambut Siwi juga dijadikan salah satu objek wisata yang sangat mengasyikkan. Bangunan Pura Rambut Siwi sangat megah dan cantik, apalagi suasana disekitarnya cukup sepi sehingga pengunjung bisa lebih leluasa untuk bersantai dan menikmati keindahan yang disuguhkan dan tentunya sangat berbeda dengan Pura Tanah Lot yang selalu ramai.

Sejarah dari nama Pura Rambut Siwi ada kaitannya dengan sehelai rambut Dang Hyang Nirartha. Beliau adalah seorang pendeta dan brahmana suci dari Tanah Jawa. Setelah melakukan perjalanan dari Tanah Jawa akhirnya sampai di Bali dan setelah beberapa lama di Gelgel, Beliau melakukan perjalanan lagi menuju ke arah Barat menyusuri pesisir Selatan.

Setelah sampai di sebuah tepi pantai, bertemu dengan seorang juru sapu pada sebuah parahyangan dan menyarankan untuk bersembahyang di parahyangan tersebut. Kemudian juru sapu tersebut memberitahu bahwasannya tempat tersebut sangat angker dan keramat, jikalau lewat begitu saja maka siapapun akan diterkam harimau.

Kemudian Dang Hyang Nirartha masuk dan melakukan yoga, mengheningkan cipta serta menyatukan pikiran dengan sang Pencipta. Seketika itu bangunan pelinggih tersebut roboh dan dilihat oleh mata kepala tukang sapu. Sontak ia terkejut dan bersujud sembari menangis minta maaf kepada sang pendeta.

Tukang sapu berharap agar bangunan pelinggih dikembalikan seperti sedia kala, kemudian beliau mencabut sehelai rambutnya dan memberikan kepada si tukang sapu, agar rambut tersebut diletakkan pada pelinggih dan disembahyangi ( disiwi ) agar sejahtera dan selamat. Nah, dari cerita itulah cikal bakal nama Pura Rambut Siwi.

Alamat Pantai & Pura Rambut Siwi terletak di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Indonesia. Jika anda dari pusat Kota Denpasar maka akan menempuh perjalanan sejauh 80 km ( 2,5 jam ) dan dari Kota Negara berjarak sekitar 20 km atau setara dengan perjalanan selama 30-45 menit.

Yuk kunjungi obyek wisata terdekatnya yang mana tak kalah indah dan menawan, baca selengkapnya dibawah ini ya Guys :

Pantai Tanjung Benoa – Hal Menarik & Informasi



Pantai Delod Berawah – Spot Surfing di Bali


Pariwisata pantai di Pulau Bali memang menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang sedang melakukan aktivitas liburan didaerah ini. Karena panorama pantainya sudah menjadi komoditi wisata alam yang berpotensi besar untuk menarik para wisatawan untuk melakukan berbagai kegiatan berlibur yang mengasyikkan.

Salah satu wisata pantai yang bisa anda buat untuk lokasi berlibur di Bali adalah Pantai Delod Berawah yang lokasinya berada di kabupaten Jembrana. Pesona pantai ini memiliki hamparan pantai pasir hitam yang usut punya usut warga sekitar bisa dijadikan untuk menyembuhkan beraneka macam penyakit.

Alam disekitarnya masih sangat asri, alami dengan didominasi udara yang sejuk serta memiliki ombak yang cukup besar. Hal inilah yang mengundang para peselancar pro maupun pemula memanfaatkan untuk melakukan olahraga surfing ( selancar air )  sepuasnya. Kawasan Pantai Delod juga kerap diselenggarakan Berawa Makepung merupakan sebuah atraksi balap kerbau.

Atraksi ini hampir setiap tahunnya selalu diadakan guna melestarikan tradisi yang merupakan ikon dari Kabupaten Jembrana. Guna melestarikan tradisi Makepung, pemerintah setempat membangun sirkuit atau lintasan Makepung di tempat wisata Pantai Delod Berawah. Oh iya, sebagai sebuah lokasi rekreasi, pantai ini juga dikembangkan menjadi lokasi wisata rekreasi yang seru.

Dimana dibangunnya wahana kolam renang di tepi Pantai Delod Berawah yang dinamakan dengan Taman Rekreasi Tirta Samudra Delod Berawah. Kolam renang ini memang sengaja dihadirkan sebagai wahana alternatif bagi wisatawan agar tetap bisa berenang dan berjemur meskipun pasir pantai di Pantai Delod Berawah memiliki berwarna hitam bukan.

Fasilitas yang tersedia di Taman Rekreasi Tirta Samudra Delod Berawah diantaranya adalah kolam renang untuk anak dan arena permainan keluarga. Adapaun harga tiket untuk menikmati semua wahana tersebut  sebesar Rp 5.000,00 per orang dewasa dan Rp. 3.000,00 per anak-anak.

Kawasan Pantai Delod Berawah terbilang memiliki areal lapang yang sering digunakan oleh anak muda setempat untuk berolahraga sepakbola atau bola volli dan terkecuali para wisatawan juga bisa menikmati permainan itu. Fasilitas umum yang dimiliki obyek wisata ini guna untuk menunjang kegiatan pariwisata ialah area parkir yang luas, tempat duduk untuk meikmati keindahan pantai, restoran atau warung makan, dan juga penginapan.

Lokasi Pantai Delod Berawah berada di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Indonesia.


Obyek wisata terdekatnya adalah sebagai berikut :

Pantai Medewi – Hal Menarik & Informasi



Bunut Bolong – Pohon Besar Di Tengah Jalan




Keadaan alam Bali menawarkan banyak keunikan yang mampu menarik minat wisatawa untuk mengunjunginya. Sudakah anda mengetahui tempat wisata Bunut Bolong ? Sebutan Bunut Bolong Merupakan dua kata yang di gabungkan, yakni Bunut dan Bolong. Bunut merupakan sebuah pohon yang memiliki fisik seperti halnya pohon beringin, namun akarnya yang bergelantungan langsung menyentuh permukaan tanah.

Pohon Bunut yang berada di Kecamatan Pekutatan ini memiliki ciri khas menarik yang banyak menarik para wisatawan yang berlibur di Bali untuk mengunjunginya. Batang dan cabang-cabang baru membentuk lekukan-lekukan indah, dan uniknya lagi pada tengah-tengah pohon ini ada lubang yang persis sebuah lorong.

Keberadaan Bunut Bolong tepat berada di tengah-tengah jalan, namun diameter dari lubang bisa dilewati motor bahkan mobil dan truk hlo Guys. Alam disekitarnyapun masih sangat asri yang mana memiliki nuansa desa juga disertai dengan hutan tropis yang lebat. Tepat di sebelah barat yang membentang dari utara ke selatan dan di sisi timurnya terdapat hamparan kebun cengkeh nan luas.

Umur Pohon Bunut Bolong ini diperkirakan sudah berumur ratusan tahun dan dikeramatkan oleh warga sekitarnya. Sebelah Selatannya ada bangunan peribadatan umat Hindu yang bernama Pura Pujangga Sakti, yang memiliki aura magis begitu kuat. Pura ini merupakan sebuah Pura Dang Kahyangan yang difungsikan untuk memenghormati Dang Hyang Sidhi Mantra.

Beliau adalah seorang yang memiliki peran penting dalam sejarah keberadaan Desa Mangissari, yang dulunya berada di sebelah utaranya Pohon Bunut Bolong. Masyarakat di desa tersebut kemudian banyak yang terjangkit sakit, kemudian dipindahkan ke sebelah selatannya berdasarkan petunjuk dari prasasti yang berada didalam Pura Pujangga Sakti.

Sejarah tentang asal muasal adanya Pohon Bunut Bolong memiliki cerita tersendiri di kalangan warga sekitar. Diceritakan bahwa suatu masa ketika Desa Manggisari mulai bangun yang tepatnya sekitar tahun 1928, mendadak muncul kejadian-kejadian aneh yang tak lazim. Pada awalnya lokasi dari desa ini berada di sebelah selatan sebuah kuburan keramat dan sebelah utara Bunut Bolong.

Dari kejadian itulah, kemudian mendapatkan sebuah petunjuk yang berasal dari Pura Pujangga Sakti yang tak lain adalah lokasi pemukiman penduduk harus dipindahkan ke sebelah selatan Bunut Bolong. Setelah itu semua penduduk yang mengikuti perintah tersebut selamat dan hingga saat ini hidupnya kembali tentram dan damai.

Lokasi Pohon Bunut Bolong berada di daerah pegunungan yang terpatnya di Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Provinsi bali, Indonesia. Jika anda dari pusat Kota Denpasar jarak yang akan ditempuh sekitar 86 km tau setara dengan 2 sampai 3 jam perjalanan.

Yuk kulas lagi obyek wisata di dekatnya yang mana tak kalah menariknya untuk dikunjungi, info lengkapnya bisa anda cari dibawah ini :

Pantai Medewi – Hal Menarik & Informasi



Thursday, January 5, 2017

Candi Tebing Kangin Gianyar


Berlibur ke Pulau Bali adalah suatu aktivitas yang menjadi dambaan bagi setiap penghobi trevelers, bagaimana tidak ? Karena daerah ini menyimpan keindahan yang tidak ada duanya didunia ini. Bahkan wisatawan dari luar negeri rela datang dari jauh hanya ingin menikmati keindahan dan keseruan pariwisatanya.

Salah satu dari pariwisata Bali yang patut untuk anda eksplor ialah Candi Tebing Kangin Gianyar ini telah di inventaris pada tahun 2002 oleh tim BPCB Bali yakni I Gusti Putu Puspa dan I Gusti Karang Putra. Pahatan Candi Tebing Kangin Gianyar berada ditebing sungai bagian sebelah utara yang mana  pada dinding yang sangat terjal.

Kondisi Candi Tebing Kangin Gianyar dipenuhi lumut, yang dikarenakan daerah disekitarnya yang sangat lembab. Dibagian hiasan candi seperti hiasan angklok yang terdapat pada setiap yumpang dan sudut candi bisa dikatakan sudah aus, tetapi bentuk dari arsitekturnya secara keseluruhan masih dapat dikenali dengan jelas.

Bangunan tersebut tidak jauh berbeda dengan komplek percandian yang lokasinya terdapat di sepanjang Sungai Pakerisan. Jika dilihat dari bentuk arsitekturnya, Candi Tebing Kangin Gianyar ini diperkirakan berasal dari abad 12 masehi, lebih muda dibandingkan dengan komplek Candi Gunung Kawi yang berasal dari abad 11 masehi.

Candi Tebing Kangin Gianyar mulai dikenal oleh para ahli purbakala sejak 1927 oleh stutterheim dan Bernet Kempers. Anda ingin melihat keunikan daripada bangunan Candi Tebing Kangin Gianyar ? Datanglah ke Dusun Cemadik, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Dibawah ini ada beberapa obyek wisata terdekat yang bisa anda jadikan agenda berlibur selanjutnya, jangan lupa baca selengkapnya ya !!!

Museum Neka Ubud – Mengoleksi Seni Lukisan



Tari Kecak Ubud – Tari Eksotis Bali


Salah satu banyaknya pariwisata di Bali yang menawarkan tempat wisata yang menawan adalah daerah Ubud, kabupaten Gianyar. Kawasan ini banyak membuat para wisatawan yang berkunjung kagum dan ingin kembali lagi merasakan keseruan yanga ada didalamnya. Tak hanya wisatawan domestik saja yang merasakannya bahkan wisatawan mancanegara pun antusias menikmatinya.

Sudah tak asing lagi, bahwa objek wisata di Ubud terkenal dengan wisata air yang mampu memacu adrenalin penikmatnya yakni Arung Jeram di SungaiAyung Ubud dan wisata kesenian yang melegenda adalah seni Tari Kecak Bali. Banyak pengakuan dari mereka yang pernah berlibur disini berkata belum lengkap rasanya jika tida melihat atu menonton secara langsung Tari Kecak ubud.

Jadwal pementasan Tari Kecak Ubud selalu digelar pada tempat berdeda-berbeda setiap harinya dan dimulai sekitar pukul 18.45 – 19.30 WITA. Selain itu dipentaskan oleh beberapa sanggar atau kelompok seni yang berbeda-beda pula, seperti halnya sanggar seni Trene Jenggala, Semara Madya, Sandhi Suara, Desa Adat Sambahan, Junjungan, Ubud Kaja, Taman Kaja dan Padang Subadra.

Tidak bisa dipungkiri bahwa objek wisata di Ubud terkenal dengan suguhan budaya Balinya yang masih asli. Seperti yang sudah banyak diketahui, dalam pementasan Tari Kecak diambil dari kisah perjalanan Sang Rama saat di hutan bersama istrinya Sinta dan adiknya Laksmana.  Kemudian Dewi Sinta di culik oleh Rahwana, selama Rama menolong istrinya dibantu oleh Hanoman ( kera putih ).

Disaat tari Kecak Ubud dipentaskan, para pengiringnya tidak menggunakan gamelan, tabuh ataupun alat musik lainnya, melainkan mengkombinasikan suara vokal “cak” dari para penarinya yang mana duduk melingkar mengelilingi penari utama. Pementasan akhir ditutup dengan tarian api atau atraksi api sehingga tak jarang mengenalnya dengan nama Tari Kecak Api.

Tempat pementasan Tari kecak Ubud ini, pada setiap harinya selalu digelar di tempat berbeda tidak seperti di Pura Uluwatu ataupun GWK ( Garuda Wisnu Kencana ) yang hanya dipentaskan di satu loksi tersebut. Untuk melihat seni budaya ini selalu saja banyak penonton yang antusias menyaksikannya dan berikut jadwalnya :
  • Hari Senin, berada di Desa Junjungan mulai pukul 18.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Pura Dalem Ubud mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 80.000.
  • Hari Selasa, berada di Padang Tegal Kaja mulai pukul 19.00 WITA dengan tiket Rp. 75.000 dan di Jaba Pura Taman Sari mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000.
  • Hari Rabu, berada di Padang Tegal Kaja mulai dari pukul 19.00 WITA dengan tiketnya Rp. 80.000 dan di Pura Batu Karu mulai dari pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 serta di Pura Dalem Taman Kaja mulai dari pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rpp. 75.000.
  • Hari kamis, berada diPuri Agung Peliatan mulai dari pukul 18.45 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Jaba Pura Taman Sari mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 serta di Pura Batu Karu mulai dari pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000.
  • Hari Jum’at, berada di Pura Padang Kertha mulai dari pukul 19.00 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Pura Dalem Ubud mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 80.000.
  • Hari Sabtu, berada di Padang Tegal Kaja mulai pukul 19.00 WITa dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Pura Dalem Taman Kaja mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000.
  • Hari Minggu, berada di Padang Tegal Kaja mulai pukul 19.00 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Pura Batukaru mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000.

NB :

Harga tiket yang tertera diatas merupakan harga per-orang, jika pembaca ingin melihat pementasan Tari Kecak Ubud yang lebih ekspetakuler dan spesial datanglah pada bulan purnama, yang mana tarian ini di pentaskan di Museum Arma Ubud yang dimulai dari pukul 18:45, dengan harga tiketnya sebesar  Rp. 100.000 per-orang.

Perlu diperhatikan bahwa harga tiket diatas sewaktu-waktu bisa berubah, harga tiket Tari Kecak Ubud jauh lebih murah dibandingkan pementasan Tari Kecak di Pura Uluwatu. Hal ini dikarenakan lokasi Pura uluwatu memiliki pemandangan dengan latar belakang samudera Hindia yang diperindah dengan paronama sunset, membuatnya semakin spektakuler dan mempesona.

Jika anda melakukan perjalanan ke tempat wisata tersebut, sangat penting untuk menegetahui jam tayang dan lokasinya. Disaat sore hari pada umumnya akses jalan menuju ke Ubud cenderung agak padat, jadi usahakanlah datang lebih awal dan untuk pembelian tiketnya bisa langsung datang di lokasi.

Selamat berlibur !!!

Eksplor lagi yuk obyek wisata terdekatnya, yang mana tak kalah unik dan menarik. Informasi lengkapnya bisa anda baca dibawah ini :

Tari Barong Ubud – Seni Budaya Bali Yang Mendunia



Tari Barong Ubud – Seni Budaya Bali Yang Mendunia


Saat ini anda sedang liburan ke Bali dan sedang mencari seni budayannya yang sudah mendunia ? Cobalah pergi ke Desa Ubud, Kabupaten Gianyar yang memiliki seni budaya yang menarik untuk di tonton yakni Tari Barong Ubud. Daerah ini direkomendasikan karena memiliki beraneka ragam pilihan wisata, baik dari wisata alam, wisata budaya dan wisata seni.

Kawasan Ubud juga terkenal akan wisata lagraga yang bisa memacu adrenalin, bernama aktivitas Rafting di Sungai Ayung Ubud. Selain itu bisa pergi ke museum seni lukis atau menonton pertunjukan seni tari, yang hampir setiap hari ruti diadakan di berbagai tempat di kawasan Desa Ubud tersebut.

Membahas lagi ke pembahasan utama tentang tari barong ubud, saking terkenalnya tak hanya wisatawan domestik melainkan wisatawan mancanegara pun selalu ramai untuk mengunjunginya. Bagi anda yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan berlibur di Bali, tentunya tidak hanya berdiam diri di hotel atau menghabiskan waktu ke shoping mall saja.

Cobalah melihat sesuatu yang unik dan menarik, tetunya hanya ada di Bali hlo, seperti pertujukan kesenian khas tradisional budaya Bali. Salah satu pertunjukan seni yang paling di cari disini ialah Tari Barong Ubud dan Tari kecak Ubud.

Oh iya, pemahaman dengan Tarian Barong ini sebagian dari anggota penarinya menggunkan topeng dan kostum yang menyerupai hewan dan jenis tari Barong yang banyak di minati adalah Tari Barong Ket. Barong Ket adalah bentuk dari perpaduan bentuk binatang antara harimau, singa, ular naga dan juga sapi.
Keseluruhan badan dari Barong Ket ini, dihiasi dengan seni ukiran tradisional Bali yang mana bahan dasar yang digunakan ialah kulit sapi, serta didalam ukiran tersebut diberi puluhan cermin kaca yang berukuran kecil. Maka dari itu ketika ada cahaya yang mengenai cermin kaca, membuat wujud dari Barong Ket kelihatan berkilauan nan eksotis.

Agar menyerupai seperti halnya seekor bintang, di sekujur badan Barong Ket di beri bulu, yang pada umumnya terbuat dari serat daun tanaman yang dikeringkan seperti daun pandan ataupun ijuk. Untuk menarikan seni Tari Barong Ket membutuhkan dua orang penari dan kedua penari tersebut memiliki sebutan dengan nama “Juru Bapang” atau bisa disebut dengan “Juru Saluk”.

Penari yang berada di bagian kepala Barong Ket disebut dengan Juru satu, sementara penari di bagian ekornya dinamai dengan Juru Bapang dua. Perlu diketahui, pada saat pementasan Tari Barong Ket ini juga disertai pementasan Tari Rangda ( sesosok yang sangat seram, yang mana mewakili simbul keburukan ).

Sementara Barong Ket disimbolkan sebagai kebajikan, maka dari itu disetiap pementasan Tari Barong Ket selalu diiringi dengan pementasan Tari Rangda. Kedua sosok ini merupakan kesimbulan dari perbedaan abadi antara kebajikan dan keburukan. Musik untuk mengiringi Tari Barong Ubud menggunakan musik traditional Bali yang bernama Gambelan.

Adapun jenis daripada Gambelan tersebut adalah Gamelan Semar Pegulingan, dan mereka yang pertama kali mendengar musik ini pastinya akan terdengar aneh. Namun, setelah melihat penari yang bergerak mengikuti irama musik Gambelan, kebanyakan dari mereka antusias menikmati da selalu berakhir puas oleh seni yang dipertontonkan ini.

Jika anda ingin memutuskan untuk melihat kesenian Tari Barong Ubud, pasinya harus mengetahui jadwalnya agar tidak kecewa jauh-jauh datang alhasil tidak bisa melihat pertujukannya. Untuk pementasan tarian ini tidak setiap hari diadakan hlo, bagi yang ingin menonton pertunjukan Tari Barong yang diadakan setiap hari, bisa menontonnya di daerah Desa Batu Bulan. Adapun jadwal dan tempatnya bisa anda simak dibawah ini :

  • Hari Senin, berlokasi di Sandi Swara Wantilan dari pukul 19.00 - 20.30 WITA dengan tiketnya sebesar Rp 75.000 per orang.
  • Hari Rabu, berlokasi di Puri Saren Ubud dari pukul 19.30 - 21.00 WITA dengan tiketnya sebesar Rp 80.000 per orang.
  • Hari Kamis, berlokasi di Pura Dalem Ubud dari pukul 19.30 - 21.00 WITA dengan tiketnya sebesar Rp 50.000 per orang.
  • Hari Jumat, berlokasi di Puri Saren Ubud dari pukul 19.30 - 21.00 WITA dengan tiketnya sebesar Rp 80.000 per orang.

Perlu di perhatikan dan bisa menjadi catatan, bahwa harga tiket yang tertulis diatas untuk melihat pementasan Tari Barong Ubud sewaktu-waktu bisa berubah. Jadi alangkah baiknya seperti halnya peribahasa “sedia payung sebelum hujan” dan selamat berlibur sahabat blogger.

Dibawah ini masih ada beberapa obyek wisata terdekat yang bisa dijadikan agenda liburanmu, yuk kulas informasinya :