Friday, January 6, 2017

Bunut Bolong – Pohon Besar Di Tengah Jalan




Keadaan alam Bali menawarkan banyak keunikan yang mampu menarik minat wisatawa untuk mengunjunginya. Sudakah anda mengetahui tempat wisata Bunut Bolong ? Sebutan Bunut Bolong Merupakan dua kata yang di gabungkan, yakni Bunut dan Bolong. Bunut merupakan sebuah pohon yang memiliki fisik seperti halnya pohon beringin, namun akarnya yang bergelantungan langsung menyentuh permukaan tanah.

Pohon Bunut yang berada di Kecamatan Pekutatan ini memiliki ciri khas menarik yang banyak menarik para wisatawan yang berlibur di Bali untuk mengunjunginya. Batang dan cabang-cabang baru membentuk lekukan-lekukan indah, dan uniknya lagi pada tengah-tengah pohon ini ada lubang yang persis sebuah lorong.

Keberadaan Bunut Bolong tepat berada di tengah-tengah jalan, namun diameter dari lubang bisa dilewati motor bahkan mobil dan truk hlo Guys. Alam disekitarnyapun masih sangat asri yang mana memiliki nuansa desa juga disertai dengan hutan tropis yang lebat. Tepat di sebelah barat yang membentang dari utara ke selatan dan di sisi timurnya terdapat hamparan kebun cengkeh nan luas.

Umur Pohon Bunut Bolong ini diperkirakan sudah berumur ratusan tahun dan dikeramatkan oleh warga sekitarnya. Sebelah Selatannya ada bangunan peribadatan umat Hindu yang bernama Pura Pujangga Sakti, yang memiliki aura magis begitu kuat. Pura ini merupakan sebuah Pura Dang Kahyangan yang difungsikan untuk memenghormati Dang Hyang Sidhi Mantra.

Beliau adalah seorang yang memiliki peran penting dalam sejarah keberadaan Desa Mangissari, yang dulunya berada di sebelah utaranya Pohon Bunut Bolong. Masyarakat di desa tersebut kemudian banyak yang terjangkit sakit, kemudian dipindahkan ke sebelah selatannya berdasarkan petunjuk dari prasasti yang berada didalam Pura Pujangga Sakti.

Sejarah tentang asal muasal adanya Pohon Bunut Bolong memiliki cerita tersendiri di kalangan warga sekitar. Diceritakan bahwa suatu masa ketika Desa Manggisari mulai bangun yang tepatnya sekitar tahun 1928, mendadak muncul kejadian-kejadian aneh yang tak lazim. Pada awalnya lokasi dari desa ini berada di sebelah selatan sebuah kuburan keramat dan sebelah utara Bunut Bolong.

Dari kejadian itulah, kemudian mendapatkan sebuah petunjuk yang berasal dari Pura Pujangga Sakti yang tak lain adalah lokasi pemukiman penduduk harus dipindahkan ke sebelah selatan Bunut Bolong. Setelah itu semua penduduk yang mengikuti perintah tersebut selamat dan hingga saat ini hidupnya kembali tentram dan damai.

Lokasi Pohon Bunut Bolong berada di daerah pegunungan yang terpatnya di Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Provinsi bali, Indonesia. Jika anda dari pusat Kota Denpasar jarak yang akan ditempuh sekitar 86 km tau setara dengan 2 sampai 3 jam perjalanan.

Yuk kulas lagi obyek wisata di dekatnya yang mana tak kalah menariknya untuk dikunjungi, info lengkapnya bisa anda cari dibawah ini :

Pantai Medewi – Hal Menarik & Informasi



Thursday, January 5, 2017

Candi Tebing Kangin Gianyar


Berlibur ke Pulau Bali adalah suatu aktivitas yang menjadi dambaan bagi setiap penghobi trevelers, bagaimana tidak ? Karena daerah ini menyimpan keindahan yang tidak ada duanya didunia ini. Bahkan wisatawan dari luar negeri rela datang dari jauh hanya ingin menikmati keindahan dan keseruan pariwisatanya.

Salah satu dari pariwisata Bali yang patut untuk anda eksplor ialah Candi Tebing Kangin Gianyar ini telah di inventaris pada tahun 2002 oleh tim BPCB Bali yakni I Gusti Putu Puspa dan I Gusti Karang Putra. Pahatan Candi Tebing Kangin Gianyar berada ditebing sungai bagian sebelah utara yang mana  pada dinding yang sangat terjal.

Kondisi Candi Tebing Kangin Gianyar dipenuhi lumut, yang dikarenakan daerah disekitarnya yang sangat lembab. Dibagian hiasan candi seperti hiasan angklok yang terdapat pada setiap yumpang dan sudut candi bisa dikatakan sudah aus, tetapi bentuk dari arsitekturnya secara keseluruhan masih dapat dikenali dengan jelas.

Bangunan tersebut tidak jauh berbeda dengan komplek percandian yang lokasinya terdapat di sepanjang Sungai Pakerisan. Jika dilihat dari bentuk arsitekturnya, Candi Tebing Kangin Gianyar ini diperkirakan berasal dari abad 12 masehi, lebih muda dibandingkan dengan komplek Candi Gunung Kawi yang berasal dari abad 11 masehi.

Candi Tebing Kangin Gianyar mulai dikenal oleh para ahli purbakala sejak 1927 oleh stutterheim dan Bernet Kempers. Anda ingin melihat keunikan daripada bangunan Candi Tebing Kangin Gianyar ? Datanglah ke Dusun Cemadik, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Dibawah ini ada beberapa obyek wisata terdekat yang bisa anda jadikan agenda berlibur selanjutnya, jangan lupa baca selengkapnya ya !!!

Museum Neka Ubud – Mengoleksi Seni Lukisan



Tari Kecak Ubud – Tari Eksotis Bali


Salah satu banyaknya pariwisata di Bali yang menawarkan tempat wisata yang menawan adalah daerah Ubud, kabupaten Gianyar. Kawasan ini banyak membuat para wisatawan yang berkunjung kagum dan ingin kembali lagi merasakan keseruan yanga ada didalamnya. Tak hanya wisatawan domestik saja yang merasakannya bahkan wisatawan mancanegara pun antusias menikmatinya.

Sudah tak asing lagi, bahwa objek wisata di Ubud terkenal dengan wisata air yang mampu memacu adrenalin penikmatnya yakni Arung Jeram di SungaiAyung Ubud dan wisata kesenian yang melegenda adalah seni Tari Kecak Bali. Banyak pengakuan dari mereka yang pernah berlibur disini berkata belum lengkap rasanya jika tida melihat atu menonton secara langsung Tari Kecak ubud.

Jadwal pementasan Tari Kecak Ubud selalu digelar pada tempat berdeda-berbeda setiap harinya dan dimulai sekitar pukul 18.45 – 19.30 WITA. Selain itu dipentaskan oleh beberapa sanggar atau kelompok seni yang berbeda-beda pula, seperti halnya sanggar seni Trene Jenggala, Semara Madya, Sandhi Suara, Desa Adat Sambahan, Junjungan, Ubud Kaja, Taman Kaja dan Padang Subadra.

Tidak bisa dipungkiri bahwa objek wisata di Ubud terkenal dengan suguhan budaya Balinya yang masih asli. Seperti yang sudah banyak diketahui, dalam pementasan Tari Kecak diambil dari kisah perjalanan Sang Rama saat di hutan bersama istrinya Sinta dan adiknya Laksmana.  Kemudian Dewi Sinta di culik oleh Rahwana, selama Rama menolong istrinya dibantu oleh Hanoman ( kera putih ).

Disaat tari Kecak Ubud dipentaskan, para pengiringnya tidak menggunakan gamelan, tabuh ataupun alat musik lainnya, melainkan mengkombinasikan suara vokal “cak” dari para penarinya yang mana duduk melingkar mengelilingi penari utama. Pementasan akhir ditutup dengan tarian api atau atraksi api sehingga tak jarang mengenalnya dengan nama Tari Kecak Api.

Tempat pementasan Tari kecak Ubud ini, pada setiap harinya selalu digelar di tempat berbeda tidak seperti di Pura Uluwatu ataupun GWK ( Garuda Wisnu Kencana ) yang hanya dipentaskan di satu loksi tersebut. Untuk melihat seni budaya ini selalu saja banyak penonton yang antusias menyaksikannya dan berikut jadwalnya :
  • Hari Senin, berada di Desa Junjungan mulai pukul 18.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Pura Dalem Ubud mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 80.000.
  • Hari Selasa, berada di Padang Tegal Kaja mulai pukul 19.00 WITA dengan tiket Rp. 75.000 dan di Jaba Pura Taman Sari mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000.
  • Hari Rabu, berada di Padang Tegal Kaja mulai dari pukul 19.00 WITA dengan tiketnya Rp. 80.000 dan di Pura Batu Karu mulai dari pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 serta di Pura Dalem Taman Kaja mulai dari pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rpp. 75.000.
  • Hari kamis, berada diPuri Agung Peliatan mulai dari pukul 18.45 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Jaba Pura Taman Sari mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 serta di Pura Batu Karu mulai dari pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000.
  • Hari Jum’at, berada di Pura Padang Kertha mulai dari pukul 19.00 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Pura Dalem Ubud mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 80.000.
  • Hari Sabtu, berada di Padang Tegal Kaja mulai pukul 19.00 WITa dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Pura Dalem Taman Kaja mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000.
  • Hari Minggu, berada di Padang Tegal Kaja mulai pukul 19.00 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000 dan di Pura Batukaru mulai pukul 19.30 WITA dengan tiketnya Rp. 75.000.

NB :

Harga tiket yang tertera diatas merupakan harga per-orang, jika pembaca ingin melihat pementasan Tari Kecak Ubud yang lebih ekspetakuler dan spesial datanglah pada bulan purnama, yang mana tarian ini di pentaskan di Museum Arma Ubud yang dimulai dari pukul 18:45, dengan harga tiketnya sebesar  Rp. 100.000 per-orang.

Perlu diperhatikan bahwa harga tiket diatas sewaktu-waktu bisa berubah, harga tiket Tari Kecak Ubud jauh lebih murah dibandingkan pementasan Tari Kecak di Pura Uluwatu. Hal ini dikarenakan lokasi Pura uluwatu memiliki pemandangan dengan latar belakang samudera Hindia yang diperindah dengan paronama sunset, membuatnya semakin spektakuler dan mempesona.

Jika anda melakukan perjalanan ke tempat wisata tersebut, sangat penting untuk menegetahui jam tayang dan lokasinya. Disaat sore hari pada umumnya akses jalan menuju ke Ubud cenderung agak padat, jadi usahakanlah datang lebih awal dan untuk pembelian tiketnya bisa langsung datang di lokasi.

Selamat berlibur !!!

Eksplor lagi yuk obyek wisata terdekatnya, yang mana tak kalah unik dan menarik. Informasi lengkapnya bisa anda baca dibawah ini :

Tari Barong Ubud – Seni Budaya Bali Yang Mendunia



Tari Barong Ubud – Seni Budaya Bali Yang Mendunia


Saat ini anda sedang liburan ke Bali dan sedang mencari seni budayannya yang sudah mendunia ? Cobalah pergi ke Desa Ubud, Kabupaten Gianyar yang memiliki seni budaya yang menarik untuk di tonton yakni Tari Barong Ubud. Daerah ini direkomendasikan karena memiliki beraneka ragam pilihan wisata, baik dari wisata alam, wisata budaya dan wisata seni.

Kawasan Ubud juga terkenal akan wisata lagraga yang bisa memacu adrenalin, bernama aktivitas Rafting di Sungai Ayung Ubud. Selain itu bisa pergi ke museum seni lukis atau menonton pertunjukan seni tari, yang hampir setiap hari ruti diadakan di berbagai tempat di kawasan Desa Ubud tersebut.

Membahas lagi ke pembahasan utama tentang tari barong ubud, saking terkenalnya tak hanya wisatawan domestik melainkan wisatawan mancanegara pun selalu ramai untuk mengunjunginya. Bagi anda yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan berlibur di Bali, tentunya tidak hanya berdiam diri di hotel atau menghabiskan waktu ke shoping mall saja.

Cobalah melihat sesuatu yang unik dan menarik, tetunya hanya ada di Bali hlo, seperti pertujukan kesenian khas tradisional budaya Bali. Salah satu pertunjukan seni yang paling di cari disini ialah Tari Barong Ubud dan Tari kecak Ubud.

Oh iya, pemahaman dengan Tarian Barong ini sebagian dari anggota penarinya menggunkan topeng dan kostum yang menyerupai hewan dan jenis tari Barong yang banyak di minati adalah Tari Barong Ket. Barong Ket adalah bentuk dari perpaduan bentuk binatang antara harimau, singa, ular naga dan juga sapi.
Keseluruhan badan dari Barong Ket ini, dihiasi dengan seni ukiran tradisional Bali yang mana bahan dasar yang digunakan ialah kulit sapi, serta didalam ukiran tersebut diberi puluhan cermin kaca yang berukuran kecil. Maka dari itu ketika ada cahaya yang mengenai cermin kaca, membuat wujud dari Barong Ket kelihatan berkilauan nan eksotis.

Agar menyerupai seperti halnya seekor bintang, di sekujur badan Barong Ket di beri bulu, yang pada umumnya terbuat dari serat daun tanaman yang dikeringkan seperti daun pandan ataupun ijuk. Untuk menarikan seni Tari Barong Ket membutuhkan dua orang penari dan kedua penari tersebut memiliki sebutan dengan nama “Juru Bapang” atau bisa disebut dengan “Juru Saluk”.

Penari yang berada di bagian kepala Barong Ket disebut dengan Juru satu, sementara penari di bagian ekornya dinamai dengan Juru Bapang dua. Perlu diketahui, pada saat pementasan Tari Barong Ket ini juga disertai pementasan Tari Rangda ( sesosok yang sangat seram, yang mana mewakili simbul keburukan ).

Sementara Barong Ket disimbolkan sebagai kebajikan, maka dari itu disetiap pementasan Tari Barong Ket selalu diiringi dengan pementasan Tari Rangda. Kedua sosok ini merupakan kesimbulan dari perbedaan abadi antara kebajikan dan keburukan. Musik untuk mengiringi Tari Barong Ubud menggunakan musik traditional Bali yang bernama Gambelan.

Adapun jenis daripada Gambelan tersebut adalah Gamelan Semar Pegulingan, dan mereka yang pertama kali mendengar musik ini pastinya akan terdengar aneh. Namun, setelah melihat penari yang bergerak mengikuti irama musik Gambelan, kebanyakan dari mereka antusias menikmati da selalu berakhir puas oleh seni yang dipertontonkan ini.

Jika anda ingin memutuskan untuk melihat kesenian Tari Barong Ubud, pasinya harus mengetahui jadwalnya agar tidak kecewa jauh-jauh datang alhasil tidak bisa melihat pertujukannya. Untuk pementasan tarian ini tidak setiap hari diadakan hlo, bagi yang ingin menonton pertunjukan Tari Barong yang diadakan setiap hari, bisa menontonnya di daerah Desa Batu Bulan. Adapun jadwal dan tempatnya bisa anda simak dibawah ini :

  • Hari Senin, berlokasi di Sandi Swara Wantilan dari pukul 19.00 - 20.30 WITA dengan tiketnya sebesar Rp 75.000 per orang.
  • Hari Rabu, berlokasi di Puri Saren Ubud dari pukul 19.30 - 21.00 WITA dengan tiketnya sebesar Rp 80.000 per orang.
  • Hari Kamis, berlokasi di Pura Dalem Ubud dari pukul 19.30 - 21.00 WITA dengan tiketnya sebesar Rp 50.000 per orang.
  • Hari Jumat, berlokasi di Puri Saren Ubud dari pukul 19.30 - 21.00 WITA dengan tiketnya sebesar Rp 80.000 per orang.

Perlu di perhatikan dan bisa menjadi catatan, bahwa harga tiket yang tertulis diatas untuk melihat pementasan Tari Barong Ubud sewaktu-waktu bisa berubah. Jadi alangkah baiknya seperti halnya peribahasa “sedia payung sebelum hujan” dan selamat berlibur sahabat blogger.

Dibawah ini masih ada beberapa obyek wisata terdekat yang bisa dijadikan agenda liburanmu, yuk kulas informasinya :

Desa Ubud – Menawarkan Liburan Yang Seru


Keindahan paronama alama di Pulau Bali memang mempesona, hal ini merupakan salah satu daya tarik para wisatawan untuk berkunjung dan berlibur dikawasannya. Sebut saja Desa Ubud merupakan wilayah pedesaan yang asri, harmoni, tenang dan teduh. Paronama alamnya nan cantik diketinggian pegunungan ialah tempat ribuan seniman Bali yang bermukim, maka tidak mengherankan bila disebut sebagai kampung seniman Bali.

Desa Ubud sebagai salah satu tempat wisata di Bali yang sudah populer semejak tahun 1930-an, yang mana masih didalam pemerintahan kabupaten Gianyar. Sudah tak asing lagi bahwa kabupaten ini memiliki banyak seniman berbakat, bahkan dapat dikatakan sebagai pusat budaya dan seni di Bali, yang  khususnya seni lukis, seni ukir, seni patung, seni tari serta seni musik tradisional Bali.

Objek wisata kali ini terletak di antara areal persawahan, kawasan hutan yang alami serta diapit dengan jurang dan sungai. Sebagian besar warga setempat didalam kehidupan sehari-hari mereka tidak lepas dari unsur seni dan budaya ( mata pencaharian ). Baik dari seniman lukis, seniman kerajinan tangan ataupun seniman tari.

Tahukah anda bahwa daerah ini pernah dijadikan lokasi syuting artis terkenal Hollywod ? yang taka lain adalah Julia Roberts di film drama Eat Pray Love. Karakter Desa Ubud bisa dikatakan “nyeni” dan “teduh-tenang”, alasan inila yang membuat Desa Ubud berbeda dengan desa-desa lainnya di Pulau Bali yang kebanyakan selalu ramai khas hiruk piruk kesibukan kota.

Nah, bagi anda yang mendambakan berlibur di suatu tempat yang sangat begitu nyaman, maka Desa Ubud bisa menjadi tujuan utamanya. Selain kelebihan itu, kawasan ini juga menawarkan hasil karya seni yang beraneka ragam di ratusan toko-toko seni yang selalu ada di setiap pinggir jalan atau pelosok desa tersebut.
Di kawasan obyek wisata ini banyak menawarkan tempat inap yang bervariatif dengan harga yang terbilang terjangkau. Jika menginginkan suasana ketenangan dengan diimbangi suara derik jangkrik pada malam hari, kamar tanpa AC dan TV, juga suara kodok berdengkung nyaring tanpa putus sepanjang malam, maka Desa Ubud adalah tempat yang tepat untuk berlibur.

Oh iya, perlu diketahui terlebih dahlu bahwa penginapan di Desa Ubud bertipe hunian yang digabung dengan konsep alam sekitarnya. Didaerah ini kebanyakan hotel non AC dan tanpa TV, hal ini dikarenakan bersebelahan dengan persawahan Ubud yang berhawa sejuk. Selain itu ada juga yang kamar mandinya “open space”, yang mana mandi sambil menatap langit terbuka diatas kepala.

Berendam air panas didalam bath tub sembari melihat tebaran bintang yang berkilauan di langit malam adalah moment yang bayak diburu oleh wisatawan yang berkunjung di Desa Ubud. Jika beruntung, anda bisa melihat kunang-kunang yang berkelip indah dimalam hari yakni di area Tegal Lalang.

Disaat pagi menyapa, Desa Ubud juga menawarkan aktifitas olahraga yang bisa memacu adrenalian anda yang taka lain adalah Arung Jeram Sungai Ayung. Sungguh liburan yang mengasyikkan dan seru jika berlibur di Bali mengunjungi kawasan ini, maka dari itu Desa Ubud jangan sampai lewatkan dari agenda liburanmu ya Sob.

Alamat :

Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.
Selamat berlibur dan semoga menyenangkan !!!


Obyek wisata terdekatnya bisa anda cari infromasinya di bawah ini :

Wednesday, January 4, 2017

Taman Saras Wati Gianyar – Wisata Baru


Pulau Bali memiliki banyak julukan, seperti beberapa diantaranya ialah Pulau Seribu Pura dan juga Pulau Dewata. Rasa-rasanya kurang lengkkap jika berlibur di daerah ini tidak mengunungi bangunan yang sudah menjadi identiknya sejak dulu yakni pura. Taman Saras Wati adalah kawasan dari kompleks Pura Saras Wati yang berada  di Kabupaten Gianyar.

Lebih tepatnya berada di daerah Ubud yang mana terkenal dengan seni dan budaya, mulai dari seni lukis, tari, pahat dan masih banyak yang lainyya. Pura ini difungsikan sebagai tempat untuk memuja dan menghormati Dewi Saraswati ( dewi yang menguasai ilmu pengetahuan, sastra dan seni ).

Disebut-sebut sebagai Pura Taman Saraswati, karena tempat ini memiliki taman air serta kolam teratai indah. Arsitektur bangunannya juga sangat artistik banyak ukiran-ukiran halus, patung Dewi Saraswati dan Jero Gede Mecaling berpadu dengan suasana tenang, nyaman membuat siapapun yang berkunjung kesini akan betah berlama-lama.

Oh iya, sejarah dari Pura Saraswati merupakan sebuah bangunan yang dibangun oleh I Gusti Nyoman Lempad ( seorang maestro seni yang terkenal di Ubud ), yang lokasinya tepat di belakang Cafe Lotus. Tempat ini adalah salah satu obyek wisata yang bisa dibilang baru di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali.

Taman Saras Wati  diresmikan pada tahun 2007 oleh Bupati Gianyar Bali, selain digunakan untuk tempat ibadah Umat Hindu bangunan ini juga sekaligus sebagai obyek wisata yang menyenangkan. Ketika pembaca berkunjung disini, paronama keindahan hutan lereng utara Gunung Lawu akan langsung menyapa kedatanganmu.

Daya tarik dari Taman Saras Wati ini tak lain ialah keindahan Patung Dewi Saraswati, yang sengaja didatangkan langsung dari Gianyar Bali. Menurut kepercayaan umat Hindu warga Bali, bahwa Dewi Saraswati adalah seorang dewi yang berparas cantik yang berperilaku lemah lembut dengan mmenggunakan busana nan indah dan mempesona.

Dewi Saraswati tersebut digambarkan memiliki tangan berjumlah 4, yang mengusung makna walaupun seorang wanita, dengan pengetahuannya yang berbudi luhur mampu mengendalikan 4 ilmu yang digambarkan dalam 4 alat yang dipegangnya, diantaranya adalah :
  • Wina

Melambangkan kekuatan indah, menarik, lemah lembut serta mulia ( sifat dari ilmu pengetahuan yang luas ).
  • Damaru

Tak lain adalah simbol dari sebuah ilmu seni dan budaya yang agung.
  • Aksamala

Berarti ilmu tak pernah mati, walaupun di akhir hayat serta tak terbatasnya ilmu pengetahuan.
  • Pustaka

Menyimbolkan ilmu pengetahuan.

Pelataran di Taman Saras Wati  selalu dihias apik, unik dan menarik, hal ini dikarenakan setiap kamis malam rutin diadakannya sebuah pementasan tari kecak yang sudah terkenal itu.

Alamat Taman Saras Wati  berada di Jl. Kajeng, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Guys, yuk baca juga obyek wisata terekatnya :

Pantai Cucukan Gianyar – Pantai Bali Bernuansa Tenang

Pantai Slukat didekat Pura Slukat - Gianyar


Nama pantai di Pulau Bali banyak yang menggunakan nama dari bangunan pura didekatnya, seperti halnya Pantai Slukat di Gianyar ini juga mengadopsi nama dari Pura Slukat didekatnya. Sebagian besar dari pura di Bali memiliki beberapa dimensi, diantaranya adalah dimensi religi, dimensi wisata, hingga sampai dimensi ritual-budaya.

Pura Selukat merupakan sebuah pura yang tak kalah sentralnya jika dibandingkan dengan pura-pura lainnya di Pulau Bali. Bangunan ini di fungsikan sebagai tempat untuk melakukan permohonan air suci bagi masyarakatumat Hindu di sekitarnya. Diceritakan, pada jaman dahulu ada seorang pendeta sakti mandra guna yang biasa dimintai air pembersihan oleh masyarakat sekitar.

Ketika sang pendeta tersebut sedang berjalan-jalan ada warga yang melihatnya dan kebetulan orang itu sedang ditimpa musibah yakni anggota keluarganya ada yang meninggal. Oleh karena hal tersebut, ia untuk meminta air pembersihan kepada pendeta. Karena tidak ada mata air di tempat itu, maka sang pendeta kemudian mengambil air sawah untuknya.

Setelahnya air sawah ini kemudian dibacakan sebuah mantra yang ditujukan untuk membersihkan roh orang yang meninggal. Namun orang yang terkena musibah tersebut tidak percaya bahwa air suci ini bisa meyucikan roh keluarganya yang dikarenakan berasal dari air sawah yang kotor. Kemudian air suci itu dibuang dan menjadi sumber mata air yang jernih.

Setelahnya baru percaya bahwa air suci tersebut bertuah dan bisa membersihkan roh orang yang meninggal, kabar baik tersebut kemudian diumumkan kepada semua warga sekitarnya. Oh iya, keindahan Pantai di dekatnya yang tak lain adalah Pantai Slukat juga sangat menawan. Guys, cobaalah berwisata ditempat ini, pasti tak akan kecewa.

Selamat berlibur.

Lokasinya berada di kawasan pesawahan Subak Luas, Desa Keramas dan Desa Medahan, Kecaatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali Indonesia.

Yuk eksplor lagi obyek wisata dibawah ini, lokasinya cukup dekat hlo :

Pantai Cucukan Gianyar – Pantai Bali Bernuansa Tenang